PANGKALAN KERINCI - Mantan pejabat DInas PUPR Pelalawan, M Yasirwan divonis 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta dengan subsidair 2 bulan kurungan.

Ia dinyatakan terbukti melakukan korupsi terkait belanja BBM atau bahan bakar minyak gas maupun pelumas di Dinas PUPR Pelalawan tahun 2015-2016.

Perkara ini disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru pada Kamis (01/04/2021) pekan lalu dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan dan penasihat hukum terdakwa.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Dinas PUPR Pelalawan menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru, mendengar vonis hakim melalui virtual.

"Pidana penjara 6 tahun 6 bulan dan denda Rp 200 juta dengan subsidair 2 bulan kurungan," terang Kepala Seksi Intelijen Kejari Pelalawan, Sumriadi SH MH, kepada GoRiau.com, Selasa (05/04/2021).

Selain itu, Yasirwan juga diminta membayar Uang Pengganti (UP) sebanyak Rp 1 Miliar lebih. Jika tidak dibayar akan digantikan dengan hukuman penjara selama 2 tahun 9 bulan.

"Atas putusan dari majelis hakim ini, JPU dan penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir dulu," ucap Sumriadi.

Vonis hakim tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan JPU pada persidangan sebelumnya.

Yasirwan dituntut kurungan badan selama 7 tahun dan 6 bulan dan dikenakan pidana denda sebesar Rp 300 juta dengan subsidair kurungan 3 bulan.

Selain itu, juga dikenakan Uang Pengganti (UP) sebesar Rp.1.864.011.663. Apabila UP tersebut tidak dibayar maka diganti dengan penjara selama 3 tahun 9 bulan.***