
PEKANBARU - Tepat dihari kemerdekaan Indonesia ke -71, titik panas atau hotspot di Provinsi Riau pun melonjak tajam. Pantauan citra satelit, Rabu (17/8/2016) pagi, terdeteksi 278 titik panas di 10 kabupaten.
Ini pun jadi kondisi paling parah bila dirunut dalam delapan bulan terakhir. Sebab, titik panas di Riau belum pernah mencapai angka sebegitu tingginya. Hotspot melonjak tajam diakibatkan meningkatnya aktivitas kebakaran lahan dan hutan (Karlahut).
Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, 278 titik panas ini tersebar antara lain di Inhil tiga hotspot, Kampar dan Pelalawan empat hotspot serta Kuansing delapan hotspot.
Yang terparah yaitu di Dumai 20 hotspot, Bengkalis 22 hotspot, Siak 28 hotspot, Rohul 30 hotspot, Kepulauan Meranti 36 hotspot dan yang paling banyak di Rohil yakni 123 hotspot. Jika tidak segera diatasi, masyarakat Riau terancam terpapar asap seperti tahun sebelumnya.
"Untuk yang confidence di atas 70 persen (berkemungkinan besar titik api, red) itu ada sebanyak 192 spot, di mana 91 spot terdapat di Rohil dan sisanya terdeteksi di Rohul, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti, Kampar, Kuansing dan Siak," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.
Daerah-daerah yang terbakar ini antara lain Bangko, Kubu, Pasir Limau Kapas, Pujud, Rimba Melintang, Simpang Kanan dan tanah putih, yang mayoritasnya berada di Rohil. Padahal sehari sebelumnya, Kapolda Riau sempat ke sana memimpin pemadaman.
Pantauan GoRiau.com di Rohil subuh tadi, kebakaran lahan tersebut membuat sebagian wilayah di sana terpapar asap berbau cukup menyengat. Menurut laporan dari Polres setempat, personil masih disiagakan di area yang terbakar itu. ***