
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Krisis listrik yang saat ini tengah dialami kota Tembilahan membuat semua pihak merasa resah, tidak terkecuali Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) kususnya Komisi III, dimana para wakil rakyat ini merasa pihak PLN Area Rengat dan Wilayah Riau telah melakukan kebohongan.
Pasalnya, belum lama ini Komisi III DPRD Inhil telah berkunjung baik ke PLN Area maupun Wilayah, dimana saat kedatangan mereka, ke dua belah pihak berjanji mulai 3 Maret pemadaman bergilir hanya dilakukan 4-1, namun faktanya hari ini, Kamis (12/3/2015) pemadaman dilakukan selama 8 jam baik hidup maupun 8 jam padam.
''Baik PLN Area Rengat maupun Wilayah Riau telah berbohong kepada kita, apa yang dikatakan mereka tidak terbukti sama sekali,'' ujar Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna saat menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama PLN Rayon Tembilahan.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, pihak PLN Rayon Tembilahan tidak bisa disalahkan, karena mereka hanya menjalankan tugas dan tidak bisa mengambil kebijakan apa-apa.
''Kemarin kita yang datangi pihak Area dan Wilayah, tapi nanti kita yang panggil mereka. Jangan bisanya ngomong aja, datang ke Tembilahan, lihat itu kondisi mesin sewa, banyak yang rusak,'' tambahnya.
Meskipun demikian, ia juga meminta pihak pemilik mesin sewa untuk segera memperbaiki mesin yang saat ini rusak, sehingga bisa mengurangi defisit 5 mega yang saat ini terjadi.
''Kita tidak mau masyarakat terus-terusan merasakan kondisi ini, pokoknya kita tunggu, paling lambat hari Minggu ini tidak ada lagi pemadaman 8-8,'' harap Iwan Taruna.(ayu)