DURI - Mengingat penyakit difteri masuk dalam kasus luar biasa (KLB) di dunia medis, Anggota DPRD Bengkalis, Fraksi PKS dapil Mandau, dr Fidel Fuadi menyelenggarakan seminar pengetahuan tentang penyakit difteri dan cara pencegahan maupun pengobatannya kepada masyarakat melalui kader posyandu.

Saat ditemui GoRiau.com (GoNews Grup) disela aktivitasnya di Duri, dr Fidel menyebutkan kasus difteri ini harus diputus rantainya. Penyakit yang berdampak pada kematian ini dan paling mudah menyerang anak-anak hingga usia remaja ini adalah penyakit yang sudah ada sejak lama tidak pernah diderita masyarakat Duri dan sekitarnya.

"Sekarang penyakit itu muncul lagi, penyebabnya juga kita paparkan kepada masyarakat melalui para kader posyandu. Harapannya kader posyandu adalah corong yang tepat menyampaikan kepada masyarakat. Masyarakat luas harus tahu juga penyebab, dampak dan bagaimana pengobatan kasus difteri ini. Sempat mencapai 14, sekarang sudah tinggal 2 pasien yang masih dirawat diruang isolasi RSUD Mandau," ujar dewan ini.

Kegiatan seminar tersebut, lanjut dr Fidel dilaksanakannya dalam kegiataan reses di Kecamatan Mandau. Selain menampung aspirasi masyarakat daerah pemilihannya, masyarakat juga perlu mendapatkan pengetahuan atas penyakit difteri ini.

"Memang cukup pilu, para kader yang sudah dan sangat membantu mensukseskan program pemerintah khususnya dalam posyandu dan KB ini harus diberikan reward. Jika mereka tidak digaji atau honor, setidaknya mereka mendapat tunjangan BPJS Kesehatan," katanya.

Selain itu, yang menjadi harapan para kader, kata dr Fidel, soal pengadaan bangunan posyandu. "Harapan mereka lainnya, masing-masing daerah itu perlu ada posyandu sendiri. Sehingga tidak lagi menumpang pada rumah atau lahan kosong warga. Hal ini juga sudah bisa diwujudkan asalkan ada tanah hibah atau wakaf resmi untuk pembangunan posyandu ini. Karena pemerintah tidak menganggarkan ganti rugi lahan," tutupnya. *** #BENGKALIS