PEKANBARU - Partai Golkar memastikan akan menindaklanjuti laporan adanya Anggota DPRD Fraksi Golkar yang tidak mau menandatangani pakta integritas, yang berisikan komitmen memenangkan Paslon yang diusung Golkar di Pilkada Serentak.

Adapun Anggota yang dimaksud tersebut adalah anak dari Kasmarni, Septian Nugraha dan adik ipar Kasmarni, Al Azmi. Kasmarni sendiri merupakan Calon Bupati Bengkalis berpasangan dengan Bagus Santoso. Pasangan ini diusung oleh PAN, Gerindra, Nasdem, dan PKB.

Suami Kasmarni sendiri merupakan Bupati Bengkalis Nonaktif yang juga kader Golkar, Amril Mukminin. Amril saat ini menjadi pesakitan karena didakwa tindak pidana korupsi.

Sementara, Golkar sendiri memajukan kader potensialnya, yakni Indra Gunawan Eet yang berpasangan dengan Samsu Dalimunthe. Mereka diusung oleh Golkar dan Perindo.

"Mereka akan kita usulkan untuk menjalani proses evaluasi ke DPP," kata Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Riau, Zulfan Heri kepada GoRiau.com, Jumat (30/10/2020).

Saat ini, ujar Zulfan, dirinya sudah menerima semua laporan kinerja dari para Anggota DPRD Fraksi Golkar yang telah menandatangani pakta integritas di empat daerah, yakni Dumai, Bengkalis, Rohil dan Siak.

Lebih jauh, Zulfan Heri akan segera menggesa penandatanganan pakta integritas kepada semua anggota DPRD Fraksi Golkar yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 ini.

Dikatakan Zulfan, sampai hari ini sudah ada empat kabupaten dan kota yang sudah menandatangani pakta integritas ini, empat kabupaten itu adalah Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis dan Siak.

"Insyaallah besok malam akan kita lanjutkan dengan pakta integritas oleh anggota DPRD di Kabupaten Kepulauan Meranti,  dan kemudian baru kita konsolidasi dengan PKS. Pengurus harian DPD II akan kita hadirkan," kata Zulfan.

Selesai dari sana, Bapilu akan melanjutkan ke Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan ditutup dengan Rohul. Paling lama, lanjut Zulfan, penandatanganan di Rohul akan selesai pada tanggal 8 November 2020.

Setelah semua menandatangani pakta integritas ini, Bapilu akan melakukan evaluasi dan pemantauan berkelanjutan sampai hari H melalui tiga komponen partai, yakni Bapilu Kabupaten/kota, Ketua DPD II Golkar, dan Koordinator Daerah (Korda) yang sudah ditunjuk oleh Bapilu Riau.

"Untuk Korda ini kita berikan amanah pada Anggota DPRD Riau Provinsi sesuai dengan Dapilnya masing-masing, itu sesuai dengan surat intruksi partai," terangnya.

Tugas para anggota dewan, lanjut Zulfan, adalah melakukan kampanye di basisnya masing-masing, dan memberikan laporan berupa foto, video, dan lainnya kepada DPD I Golkar melalui DPD II Golkar Riau.***