PEKANBARU, GORIAU.COM - Kabut asap pekat yang menyelimuti Wilayah Riau dalam beberapa waktu terakhir diklaim berasal dari provinsi tetangga, Jambi. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau meminta kepada pemerintah setempat untuk lebih pro aktif menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Seperti diantaranya peningkatan status menjadi Siaga Darurat seperti yang sudah dilakukan Riau. "Kita minta Pemda Jambi pro aktif, tingkatkan status menjadi siaga darurat," imbau Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, Jumat (28/8/2015).

Hal lain yang harus dilakukan Pemprov Jambi yakni terus melakukan pemantauan titik panas dan titik api melalui BPBD dan BMKG. "Karena ketika status siaga darurat, pusat akan membantu," pungkas Edwar.

Riau sendiri, kata Edwar, juga siap membantu melakukan pemadaman jika sewaktu-waktu diperlukan. Karena menurutnya, asap yang dihasilkan Provinsi Jambi dan ikut dirasakan Riau sudah cukup 'menyakitkan'.

Ditambah Riau juga tengah dipusingkan dengan kebakaran hutan dan lahan yang juga terjadi di beberapa daerahnya.

Selain Jambi, Edwar juga mengklaim kabut asap di Riau juga merupakan kiriman dari Provinsi Sumatera Selatan. "Karena titik api kita terus menunjukkan penurunan," sambungnya.

Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin, menjelaskan dampak El Nino sangat berpengaruh di Sumatera bagian selatan. "Di Riau tidak terlalu berpengaruh. Justru El Nino sangat mempengaruhi musim kemarau di Sumatera Selatan dan Jambi. Sementara arah angin saat ini cenderung dari selatan ke utara," ujarnya.

Hal ini akan terus berlangsung hingga Oktober mendatang. Untuk itu sangat riskan bagi Riau karena jika provinsi tetangga tidak segera menangani karhutla, Riau akan terus menerima asap kiriman.***