SIAK - Ditiadakannya beasiswa pendidikan untuk mahasiswa dari keluarga miskin di Kabupaten Siak tahun 2016 silam karena tidak validnya data yang diberikan pihak Desa kepada Pemkab Siak terkait mahasiswa miskin yang akan menerima beasiswa tersebut. Hal itu tentunya membuat ribuan mahasiswa kecewa.

Namun tahun 2017 ini, Bupati Kabupaten Siak, Drs H Syamsuar dalam rapat dengan seluruh staf di lingkup Pemerintah Kabupaten Siak, menegaskan tidak ada alasan lagi bagi dinas terkait untuk tidak merealisasikan bantuan pendidikan atau beasiswa mahasiswa miskin ini.

"Verifikasi data miskin ini harus tuntas sebelum beasiswa tersebut diumumkan. Dengan tujuan tidak mengganggu proses pengurusan persyaratan permohonan beasiswa tersebut," kata Bupati seperti yang dikutip GoRiau.com (GoNews Grup) saat beliau memimpin rapat di Ruang Indra Pahlawan, Rabu (31/5/2017) pagi tadi.

Dinas Sosial dalam hal ini harus sigap melakukan verifikasi data masyarakat miskin di setiap Kecamatan yang ada. Harusnya lain selain dari Kecamatan Tualang dan Kecamatan Kandis, data validnya sudah tuntas, karena jumlah masyarakatnya tidak banyak.

"Misalkan nanti namanya Syamsuar, tinggal dicocokan saja dengan data yang sudah masuk, jika namanya masuk daftar masyarakat miskin berarti dia memenuhi kriteria, dan bisa minta pengesahan dari Kepala Desanya," ucapnya lagi sembari mengingatkan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa miskin tahun ini harus teralisasi.

Dari apa yang diharapkan Bupati tadi, Dinas Sosial yang ikut dalam rapat tersebut menyampaikan, validasi data masyarakat miskin ini sedang berjalan di setiap Desa dan Kampung.

Penjajakannya sudah mencapai 75 persen. Bahkan ada beberapa Kecamatan seperti Bunga Raya, Koto Gasip dan Minas belum menyampaikan hasilnya dan musyawarah di tingkat Kecamatan juga belum.

"Ini menyangkut kepentingan org banyak. Data ini juga nantinya diperlukan untuk raskin dan program pemerintah lainnya. Harusnya ini masalah ini tidak menjadi alasan lagi untuk tidak merealisasikan beasiswa pendidikan tahun ini. Selain beasiswa untuk mahasiswa miskin ini, Pemkab juga menganggarkan beasiswa untun 7 orang anak kuliah di luar negeri dan 17 beasiswa pendidikan untuk mahasiswa dari suku terasing," tandasnya lagi mengakhiri tema soal bantuan pendidikan tersebut.***