PEKANBARU - Anggota Komisi V DPRD Riau, Abu Khoiri, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menjelaskan skema pengajuan bantuan untuk rumah ibadah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

"Katanya kemarin ada belasan miliar untuk rumah ibadah bersumber dari CSR. Kita mau tahu juga, CSR yang bagaimana?" kata Politisi PKB ini, Selasa (31/8/2021).

Pria yang biasa disapa Aboy ini mengaku tidak tahu bagaimana mekanisme pengajuan bantuan ataupun pencairan bantuan dari CSR untuk rumah ibadah. Termasuk rumah ibadah mana dan perusahaan mana yang sudah menerima manfaat dari sini.

"Apakah CSR ini sudah memenuhi semua permintaan bantuan rumah ibadah? Saya yakin tidak. Makanya nanti kami akan minta kepada Biro Kesra untuk menjawabnya," ujarnya.

Jika cara ini bisa menjawab permintaan masyarakat terhadap bantuan sosial rumah ibadah, Aboy mendukung dan semua Anggota DPRD Riau akan menempuh jalur itu, karena saat ini hampir semua masyarakat meminta bantuan itu.

"Jadi jangan Pak Gubernur saja yang bisa menentukan, karena dimana-mana orang minta rumah ibadah, kalau memang bisa, kita ajukan dana itu saja, yang penting masyarakat terbantu," tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau, Syamsuar mengklaim, selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2019 hingga 2021, pihaknya telah menyalurkan bantuan untuk bidang keagamaan senilai Rp17.042.350.642. 

Bantuan yang berasal dari program Coorporate Sosial Responsibility (CSR) BUMD di Riau ini selain disalurkan kepada 421 rumah ibadah baik masjid, mushala dan surau itu juga diberikan kepada pondok pesantren serta yayasan di bidang keagamaan lainnya.

Syamsuar menjelaskan, jumlah mesjid/mushala serta pondok pesantren dan yayasan bidang keagamaan yang mendapatkan bantuan pada tahun 2019 yakni sebanyak 121 unit dengan total bantuan Rp6.931.598.042. Pada tahun 2020, tercatat 251 unit mesjid dan mushala dengan total bantuan Rp6.344.657.500. Dan tahun 2021 ini hingga bulan Juli lalu ada 48 unit mesjid/mushala yang menerimanya dengan total Rp3.766.095.100.

"Jadi totalnya ada sebanyak 421 rumah rumah ibadah dengan jumlah bantuan keseluruhannya mencapai Rp17,04 miliar. Dan bantuan itu masih terus berjalan," kata Syamsuar. ***