PEKANBARU – Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Riau menghimbau warga untuk rusak memberi tips untuk pengendali lalulintas ilegal atau yang sering disebut "Pak Ogah" yang biasanya beroperasi di U-turn. Pemberian tips akan mempersulit penghentian pengatur lalu lintas ilegal tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru, Yuliarso mengakui Dinas Perhubungan Pekanbaru memiliki keterbatasan untuk menindak Pak Ogah.

GoRiau

"Untuk jangka pendek, Pak Ogah ini termasuk dalam gangguan lalulintas, sudah ada tindakan bersama forum lalulintas kota. Namun ini seperti menyelesaikan antara kucing dan tikus," ucapnya, Rabu (23/3/2022).

Yuliarso mengibaratkan Pak Ogah seperti menyelesaikan permasalahan antara kucing dan tikus karena ketika dilakukan penindakan Pak Ogah berhenti melakukan aktifitasnya, namun ketika petugas tidak berada di lokasi Pak Ogah kembali beraksi.

Untuk menyelesaikan permasalahan Pak Ogah dalam jangan menengah dan panjang, Yuliarso meminta masyarakat untuk tidak memberikan tips atau uang.

"Mungkin masyarakat ada rasa iba atau kasihan, tapi sesungguhnya itu sangat menggangu lalulintas. Belum lagi menyangkut keselamatan dari Pak Ogah itu sendiri," jelasnya.

Sebagai upaya untuk menghentikan aktifitas dari Pak Ogah, Dishub Pekanbaru sudah menawarkan kepada Pak Ogah untuk beralih menjadi Juru Parkir (Jukri). Apalagi menjadi Jukir memiliki pendapatan yang jelas dan terdata di Dishub Pekanbaru. "Tapi mereka (Pak Ogah) tidak mau menjadi Jukir," tutupnya. ***