LIMAPULUHKOTA, GORIAU.COM - Tingginya curah hujan yang mengguyur hampir seluruh kawasan Limapuluh Kota dan sekitarnya, hingga triwulan pertama 2013 dikhawatirkan bakal kembali menebar ancaman. Ancaman bencana tersebut meliputi banjir dan longsor di beberapa titik jalur Sumbar - Riau. Selain itu, sungai-sungai dilaporkan juga mulai meluap.

Seperti waktu-waktu sebelumnya, situasi ini ditakuti berdampak buruk terhadap kondisi arus transportasi antar Provinsi Sumbar - Riau, mengingat jalur provinsi tersebut berada pada titik rawan bencana. Seperti bencana bencana longsor yang menimpa sejumlah titik di jalur Sumbar - Riau, tepatnya di Km 29 (dari Kota Payakumbuh) atau di sekitar Titian Basi, Jorong Aia Putiah, Nagari Ulu Aia, Kecamatan Harau, beberapa waktu lampau.

Guna mengindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terutama saat arus lalu lintas ramai, Kepolisian Polres Limapuluh Kota memastikan terus berupaya melakukan pemantauan di lapangan. Salah satunya mengintensifkan personel penjagaan Satlantas pada sejumlah titik di sepanjang jalur Sumbar - Riau. ”Tim Satlantas terus memantau dan mengawal kondisi arus lalu lintas di beberapa titik rawan,” kata Paur Humas Polres Limapuluh Kota Ipda Zulkarnaini Dt Paduko Tuan, Senin (25/3/2013).

Selain di jalur Sumbar Riau Kecamatan Harau, yang terbilang rawan bencana, sejumlah nagari di Kecamatan Pangkalan Koto Baru dilaporkan juga mulai digenangi air. Sejumlah warga Pangkalan menyebutkan, beberapa aliran sungai di sana mulai meluap, karena tidak mampu menahan debit air akibat hujan yang berkepanjangan. Sudah banyak padi di lahan pertanian warga yang tergenang banjir. ”Tapi belum ada dilaporkan adanya kerugian materil masyarakat,” kata Hendri Monas warga setempat. 

Dia memperkirakan, seperti biasanya, jika saja cuaca hujan masih mendominasi daerah kecamatan, pelintasan Provinsi Sumbar-Riau itu hingga satu bulan ke depan; maka, tidak tertutup kemungkinan Pangkalan bakal berpotensi bencana alam. ”Sejumlah titik yang biasanya sering terkena dampak, mulai dari kawasan pemukiman penduduk, Jalan Lintas Sumatera, Jalan Jorong, hingga kawasan Kenagarian,” sebut warga.

Terpisah, BPBD Limapuluh Kota melalui Kabid Pencegahan Edi SH menyebutkan, hingga kemarin pihaknya belum ada menerima laporan terkait bencana alam banjir atau longsor di luar Kapur IX. Hanya saja, pihak BBPD mengaku masih terus melakukan pemantauan di lapangan. Dikatakan, Limapuluh Kota memang rawan banjir apalagi ketika curah hujan yang tinggi.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta mewaspadai munculnya bencana secara tiba-tiba, seperti banjir, longsor terutama di sejumlah titik rawan. ”Terutama bagi warga atau pengendara yang tengah berada di perjalanan atau yang bermukim dipinggiran sungai. Seperti di Pangkalan, Tarantang, Kubang Rasau dan lainnya,” imbau Edi via ponselnya. (pmp)