SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Warga sekitar Tanjung Agung dan Siak Raya Kecamatan Mempura Kabupaten Siak, Riau terpaksa mandi dan mencuci pakaian di Sungai Siak. Sebab, sumur yang biasa mereka pakai mengalami kekeringan.

"Sejak sebulan lalu, sumur kami mulai kering karena hujan tak turun-turun," kata Tiarni (27) kepada GoRiau.com setelah ia selesai mandi, Senin (17/2/2014) sore.

Tiarni mengaku mengetahui bahwa air Sungai Siak tercemar dengan limbah-limbah pabrik. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Selain memanfaatkan air Sungai Siak. "Ya, airnya bau. Tapi, mau gimana lagi, daripada tak mandi," tuturnya pasrah.

"Pakaian juga perlu dicuci, kan gak mungkin juga pakai pakaian kotor," lanjutnya. Dikatakan Tiarni, ada juga tetangga yang menggunakan air galon untuk mencuci baju. Namun, ia tidak demikian. "Sayang, air bersih untuk diminum, bukan nyuci," tambahnya.

Dikatakan Tiarni, ia bersama beberapa warga lain mandi di Sungai Siak sejak dua minggu terakhir. Sejak itu pula, ia dan anaknya bernama Bintang (3) merasakan dampak pencemaran air Sungai Siak. "Selesai mandi, kulit gatal-gatal," katanya.

"Ini haa, badan Gilang contohnya," lanjut Tiarni sambil memperlihatkan bagian punggung anaknya. Tampak, bintik-bintik merah. Walau demikian, rasa gatal tersebut kata Tiarni akan hilang setelah disuntik di Puskesmas.

Hal yang sama juga dilakukan Hendrik bersama istri dan dua orang anaknya. Ia juga 'nyemplung' di Sungai Siak. Walaupun, ia tahu air tersebut tidak steril. "Sudah tiga hari saya mandi disini," katanya.

"Kalau untuk air minum, warga Tanjung Agung dan sekitarnya mengambil air parit yang ada di sekitar Sirkuit," katanya. Sirkuit balap motor tersebut tepat berada di bawah jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, dekat tepian mandi warga.

Tiarni dan Hendrik hanyalah dua diantar belasan warga lainnya yang sedang mandi. Mereka berharap, agar Pemerintah Siak menyalurkan air bersih ke pemukiman mereka. Tanjung Agung juga merupakan lokasi dimana komplek perkantoran Pemkab Siak.(san)