SIAK SRI INDRAPURA -Kebakaran lahan sawit di Desa Rawang Air Putih, Kabupaten Siak, Riau terus saja meluas. Api sulit dipadamkan oleh tim pemadaman karena cuaca panas, angin kencang serta kontur tanahnya yang gambut.

Menariknya, meski lahan sawit tersebut diduga milik masyarakat, namun terlihat juga Tim Reaksi Cepat (TRC) dan RPK PT BKM, RML serta APP Sinar Mas turun membantu Manggala Agni, BPND, TNI, Polri dan tim satgas lainnya untuk memadamkan api yang terus membara hampir 1 minggu terakhir ini.

Segala upaya memadamkan api terus dilakukan tim pemadaman berbagai komponen, baik dari darat maupun dari udara seperti menurunkan Heli Water Bombing milik Satgas Karhutla Riau dan Heli WB Superpuma dari Sinar Mas.

"Kami tidak tahu ini lahan sawit milik siapa, namun tekad kami tetap turun untuk memadamkan api yang di luar konsesi mitra perusahaan kita, sekaligus juga kita berusaha menghambat api agar tidak masuk kekawasan mitra perusahaan kita," kata Richard, Koordinator TRC dan RPK dari APP Sinar Mas, Richard kepada GoRiau.com, Kamis (15/8/2019).

Ads
Richard bersama anggota TRC lainnya mengaku sudah 1 minggu tidak pulang ke Posko di perawang dan rumah bertemu keluarga karena terus memonitor di lapangan dan membantu memadamkan Karhutla di areal perkebunan sawit di Desa Rawang Air Putih Kabupaten Siak itu.

Dikatakannya juga, sudah 170 orang anggota RPK dan TRC dari APP Sinar Mas, lengkap dengan peralatan Pompa dan juga alat berat escavator yang diturunkan. Bahkan 2 unit heli WB untuk mendinginkan areal dioperasikan secara bergantian ketika saat itu Api hampir mendekati partit batas konsesi mitra Sinar Mas.

Kepala Manggala Agni Daops Siak, Ihsan saat dikonfirmasi GoRiau.com juga tak menampik banyaknya personil regu pemadaman dari Sinar Mas yang turun ke Desa Rawang Air Putih untuk membantu memadamkan api di lahan gambut perkebunan milik warga.

"Bahkan ada juga heli yang diturunkan Sinar Mas karena lahan yang terbakar cukup luas dan perlu waktu lama untuk padam karena kondisinya gambut. Selama di lapangan, kami bersama BPBD Provinsi/kabupaten, MPA, TNI, Polri selalu berkordinasi membagi tugas agar kebakaran tidak meluas. Dan Manggala Agni selalu bertugas mengejar kepala api," kata Ihsan.

Sementara alat berat yang diturunkan oleh Pemkab Siak dan perusahaan Sinar Mas sangat membantu untuk membuat sekat agar api tidak dapat menjalar ke lahan lainnya. "Kepedulian perusahaan setempat juga sangat kita apresiasi," ujar Ihsan lagi.

Mengenai kondisi terkini, kata Ihsan, asap mulai berkurang di lokasi kebakaran karena hujan turun dengan intensitas ringan. Ia juga berharap hukan turun cukup deras dan waktu yang lama agar lahan lembab dan tidak memunculkan titik api saat matahari panas terik.

"Alhamdulillah berkat doa semuanya di lokasi kebakaran turun hujan. Tetapi disaat seperti ini perlu kesabaran petugas Manggala Agni dan tim lainnya karena kebakaran tak akan mati total apabila hujannya tidak lebat dan lama. Jadi walaupun hujan saya tetap intruksikan anggota pemadaman karena kita baiknya menyerang api disaat dia sedang lemah skrg saat ini," sebut Ihsan lagi.

Kabid Penanggulangan Bencana, Jim Gafur yang saat ini juga tengah berada di lokasi pemadaman mengaku semua tim masih melakukan upaya pendinginan melalui darat dan udara meski hujan sudah turun membasahi bumi.

"Dua heli Water Bombing BNPB dan 4 Heli Water Bombing Sinar Mas juga sangat membantu pemadaman lewat udara. Seluruh tim sangat kesulitan memadamkan api di lahan gambut. Perlu waktu yang lama untuk pemadaman di lahan gambut ini," ujar Jim Gafur.***