PANGKALAN KERINCI -Masyarakat Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan mulai memanfaatkan kembali aliran Sungai Hulu Bandar yang sudah dinormalisasi untuk kegiatan perekonomian.

Aliran Sungai Hulu Bandar sepanjang 16 Km dengan lebar kurang lebih 30 sampai 60 meter sudah dinormalisasi dari rumput Kumpai yang menutup seluruh permukaan sungai selama bertahun-tahun.

Masyarakat nelayan kini mulai memanfaatkan sungai untuk mencari ikan dan petani menggunakannya sebagai jalur transportasi mengangkut hasil perkebunan, terutama kelapa sawit dan getah karet.

Ketua LPM Kelurahan Pelalawan, Wir Zikri mengungkapkan, Sungai Hulu Bandar yang dipenuhi oleh rumput Kumpai selama bertahun-tahun tak bisa lagi dimanfaatkan untuk aktivitas kegiatan ekonomi. Sungai itu merupakan urat nadi ekonomi masyarakat Kelurahan Pelalawan.

"Bertahun-tahun sungai ini tertutup rumput Kumpai, sehingga tak bisa lagi dipakai oleh masyarakat untuk mencari nafkah," katanya, saat mendampingi lurah, camat dan pihak perusahaan melihat kondisi Sungai Hulu Bandar pasca dinormalisasi, Senin (6/9/2021).

Namun, kata Wir Zikri, kini masyarakat Kelurahan Pelalawan sangat bersyukur setelah Sungai Hulu Bandar dinormalisasi oleh perusahaan, yakni PT RAPP. Apresiasi disampaikan untuk pihak perusahaan.

"Sekarang kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pak bupati yang sudah meminta perusahaan PT RAPP menormalisasi sungai. Begitu juga perusahaan yang sudah merealisasikannya, sungai ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," tuturnya.

Tak hanya kepada bupati dan perusahaan, warga Kelurahan Pelalawan ini juga menyampaikan terimakasih kepada rekanan yang sudah bekerja menyelesaikan normalisasi sungai lebih cepat dari waktu yang ditargetkan.

"Kami masyarakat berharap sungai ini seperti dulu, menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat untuk mencari ikan, mencari rotan di hutan, maupun membawa hasil tani, panen dari kebun sawit dan karet di kiri dan kanan sungai Hulu Bandar ini," ucap Wir Zikri.

Camat Pelalawan, Zakir Ramadhan menuturkan, kondisi Sungai Hulu Bandar yang hampit seluruh permukaannya tertutup oleh rumput Kumpai dikeluhkan oleh masyarakat.

"Sehingga bagi masyarakat kita yang punya kebun sawit untuk memanen sawitnya cukup terkendala, sampan pengangkut buah sawit yang melewati sungai ini tak bisa lewat. Kondisi ini sudah dibuktikan oleh pak bupati, saat meninjau sungai ini beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Saat ini, kata Zakir, masyarakat Kelurahan Pelalawan sangat bersyukur sungai ini sudah kemabli normal swperti dulu.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut bersama sama agar sungai ini dapat dibersihkan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani sawit, karet dan nelayan disini," lanjutnya.

GoRiau Lurah, camat dan pihak perusah
Lurah, camat dan pihak perusahaan serta masyarakat Pelalawan meninjau Sungai Hulu Bandar pasca dinormalisasi, Senin (6/9/2021). (foto-farikhin)

Program Manager Fire Protection PT RAPP, Sailal Arimi mengatakan, pihak perusahaan telah merealisasikan, terkait dengan permohonan masyarakat dalam hal pembersihan Sungai Hulu Bandar atau Sungai Pelalawan melalui bupati.

"Jadi, hari ini kami lakukan pengecekan bersama pak camat, pak lurah dan ketua BPD. Dari perusahaan RAPP telah melaksanakan pembersihan," katanya.

Setah melihat kondisinya di lapangan, pembersiham sungai sudah dilakukan dan hasilnya cukup bagus.

"Alhamdulillah saya melihatnya ini sudah cukup bagus, air cukup lancar mengalir dan masyarakat yang menggunakan sungai ini sudah bisa menggunakannya lagi, baik itu transportasi dan untuk nelayan mencari ikan," paparnya.

Sailal menyebutkan, sungai yang dibersihhkan panjangnya 16 Km. Masyarakat diharapkan ikut merawat sungai agar kondisinya tetap terjaga dengan baik.

"Yang kita harapkan dengan sudah dibersihkannya sungai, kita harapkan juga adanya perawatan rutin kedepannya, kita juga berharap kerja sama masyarakat pengguna sungai ikut merawat. Jangan sampai tertutup lagi, karena ini untuk kepentingan kita bersama," ujarnya, menutup.

Pantauan GoRiau.com, petani sawit di kiri dan kanan Sungai Hulu Bandar tampak memanen buah sawit. Menggunakan sampan, buah-buah sawit diangkut dari kebun menggunakan jalur sungai.***