
PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi bahwa Provinsi Riau akan memasuki masa kering mulai Februari hingga April 2016 nanti. Meski tidak separah tahun lalu, musim kering di 2016 ini perlu diwaspadai.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, menurut analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), khusus untuk Riau pola musim kering diprediksi terjadi mulai Februari. Ini sama halnya dengan pola dua tahun lalu (2014).
"Data hujan 30 tahun terakhir menunjukkan ada perubahan pola, dimana pada Februari-April Riau akan memasuki masa kering dan membuat curah hujan terbatas sehingga bisa memicu lahan dan hutan mudah terbakar," sebut Sutopo, Jumat (8/1/2016) siang.
Untuk potensi kebakaran lahan dan hutan, kawasan Sumatera dan Kalimantan masih perlu diwaspadai di 2016. "Namun intensitasnya tidak separah tahun lalu dan jumlah titik panas akan jauh lebih berkurang di tahun ini. Apalagi di 2016, ada fenomena La Nina, jadi tidak begitu kering se-ekstreme tahun lalu," ulas dia.
Masih berdasarkan prediksi BMKG, fenomena La Nina tersebut sepertinya baru akan terjadi pada pertengahan tahun ini, namun dampaknya baru akan terasa pada awal tahun 2017 mendatang, sehingga potensi banjir, tanah longsor dan puting beliung dimungkinkan akan mencapai puncaknya pada awal tahun depan.
"Sementara untuk musim kemarau, kita prediksi tidak akan separah tahun lalu, dan puncaknya (kekeringan) berlangsung pada bulan September-Oktober 2016 nanti. Jadi tepat pada masuknya fenomena La Nina," tutup Sutopo Purwo Nugoroho. ***