PEKANBARU, GORIAU.COM - Shodik Purnomo SSos, akhirnya terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Komunikasi (IKA KOM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Pekanbaru, periode 2012 - 2015 setelah pada pemilihan mengumpulkan 90 persen dukungan peserta Kongres I IKA Kom UIN Suska, di Gedung PGRI Riau, Minggu (23/12/2012).

Dengan hasil ini, Shodik Purnomo juga diberi kesempatan menyusun kepengurusan dan program kerja IKA Kom untuk tiga tahun kedepan. Seperti diketahui, pembentukan IKA Kom merupakan yang pertama setelah jurusan ilmu komunkasi UIN Suska melahirkan ribuan sarjana yang kini tersebar di beberapa beberapa instansi dan perusahaan.

Kongres IKA KOM dimulai tepat pukul 13.30 Wib dengan agenda pertama pembahasan tata tertib Kongres, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan dilanjutkan dengan proses pemilihan Ketua Umum IKA Kom. Pemilihan tidak bisa dilaksanakan secara musyawarah karena sesuai dengan AD/ART IKA Kom, proses pemilihan ketua umum dilakukan dengan cara musyawarah, namun jika tidak ditemukan kata sepakat, maka dilakukan pemilihan dengan cara tertutup.

Awalnya ada 10 nama yang dicalonkan oleh peserta kongres. M elihat begitu banyaknya calon maka pimpinan sidang meminta untuk dilakukan proses lobi dan akhirnya tersisa tujuh nama yakni Aidil Haris, MSi yang merupakan Wakil Dekan Universitas Muhammadyah, Ramadhan, SSos anggota DPRD, M, Syafi'i, SSos yang merupakan dosen UIN, Shodik Purnomo SSos yang kini menjadi dosen UIN, Asyari mantan aktifis Kom, dan Wan Firmansyah juga mantan aktifis Kom.

Setelah mendapatkan tujuh bakal calon yang akan dipilih, sidang kembali dihujani interuksi, pasalnya sesuai dengan AD/ART IKA Kom menyebutkan calon ketua umum IKA KOM harus berdomisili di Pekanbaru, Panitia kembali melakukan verifikasi ulang. Akhirnya Ramadhan dan Asyari mundur karena berdomosili di Kabupaten Kampar.

Dengan tersisa empat nama yakni Aidil Haris, M Syafi'i, Shodik Purnomo dan Wan Firmansyah,proses pemilihan kembali tertunda karena sesuai dengan kesepakatan kongres bahwa bakal calon yang akan dipilih hanya tiga nama saja maka pimpinan sidang, Yose Rizal kembali meminta bakal calon untuk melakukan proses lobi selama lima menit dan akhirnya Aidil Haris mundur dari bakal calon.

Sekitar pukul 17.00 Wib akhirnya proses pengambilan suara dimulai meski demikian peserta kembali meminta pimpinan sidang untuk melakukan proses lobi karena diharapkan dari proses lobi tersebut didapat kata musyawarah sehingga proses pengambilan suara tidak perlu dilakukan. Sidang kembali dihentikan selama lima menit untuk para calon melakukan lobi yang diharapkan ada 1 nama saja yang akan di tetapkan sebagai ketua umum IKA Kom UIN.

Dari lima menit waktu yang disediakan, tetap tidak mendapatkan kata mufakat maka peserta kongres harus melakukan pemilihan secara tertutup dengan nomor urut 1. M Syafi’I, 2. Shodik Purnomo, 3. Wan Firmansyah. Setelah dilakukan pemilihan dan penghitungan suara, Shodik Purnomo terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi UIN SUSKA Riau dengan memperoleh suara 90 persen dari peserta yang hadir.

''Terimakasih atas amanah ini, sebagai cita-cita kita bersama hari ini sudah terwujud untuk mewujudkan terbentuknya wadah ikatan alumni. Saya berharap ini adalah wadah keluarga alumni yang bisa menjembatani kita semua. Ikatan ini kita bentuk bersama sebagai pusat data, baik itu data alumni maupun sebagai pusat informasi kerja, khususnya pada bidang keilmuan ilmu komunikasi. Kita disini juga berharap, dengan terwujudnya ini bisa mendorong terbentuknya Fakultas Ilmu Komunikasi,'' kata Shodik Purnomo di hadapan media.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Nurdin A Halim MA, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau juga menambahkan, bahwa Universitas dan almamater akan diperhitungkan di pulblik jika para alumninya terwadahi. Sehingga untuk perwujudan itu, IKA merupakan momentum untuk semua, termasuk untuk universitas.

''Saya pikir pihak Universitas harus mengapresiasi hal ini sebagai langkah awal dan bersama-sama untuk menjalin kerjasama dengan para alumninya, sehingga terwujudnya cita-cita bersama tersebut,'' ujarnya.

Pada proses itu, tiga nama yang tidak bersedia dicalon yakni Mursalin SSos mantan Bupati Komunikasi UIN Suska tahun 2003 yang saat ini merupakan Direktur CV Wika Karya, Rio Kasairy SSos, mantan aktifis UIN yang saat ini merupakan Pemred Portal Berita Suara Riau dan Ali Muhktar aktifis Komunikasi yang saat ini bermukin di Rengat.

Dihadiri Alumni 1998-2008

Pada reuni akbar tersebut dihadiri angkatan pertama yaitu angkatan 1998 hingga 2008. Pada sesi acara ''temu kangen'' para alumni menceritakan bagaimana pada saat mereka kuliah dahulu dan bagaimana saat ini di dunia kerja, suka dan duka tumpah ruang pada sesi acara temu kangen tersebut. 

Ada yang bercerita lucu, baik, haru dan juga kejahilan ketika mereka masih menjadi mahasiswa. Ali Muhtar angkatan 2000 contohnya, pernah mengempeskan ban kendaraan dosen pada saat kuliah hanya karena satu hari terlamabat mengantar tugas dan diberi nilai D. Sontak semua para alumni tertawa terbahak-bahak Hanya saja, Ali beruntung, karena dosen yang bersangkutan tidak hadir dalam acara tersebut.

Saat ini, hampir semua lini alumni Ilmu Komunikasi dapat mengisi berbagai keahlian yang ada, seperti menjabat ajudan bupati, humas, anggota dewan, dosen, guru, jurnalis, production house, pegawai bank bahkan sebagai pengusaha. (rls)