TEMBILAHAN- Kabupaten Inhil termasuk penyumbang yang cukup tinggi di Riau, untuk akhir bulan Desember 2015 sebanyak 143 kasus HIV dan AIDS ditemukan di Negeri Seribu Parit ini.

Hal itu seperti yang disampaikan Wabup Inhil, Rosman Malomo, bahwa penemuan itu dari berbagai profesi antara lain, swasta, wiraswasta, karyawan, wanita penjaja seks komersial, waria bahkan IRT dan anak atau bayi. 

''Berdasarkan data tersebut  maka saya memandang perlu dilakukan program yang nyata agar hal ini tidak memicu penularan yang semakin cepat dan memerlukan komitmen semua pihak khususnya pihak perusahaan untuk menaggulanginya,'' sebutnya saat melakukan sosialisasi di Kecamatan Kateman, Selasa (1/3/2016). 

Kenyataan tersebut diatas, dikatakan Rosman Malomo mendorong perlunya intervensi dengan prioritas tinggi pada laki-laki beresiko tinggi atau pekerja laki-laki di perusahaan.

Karena dikatakannya, laki-laki sebagai kelompok populasi kunci mempunyai pengaruh sangat besar terhadap populasi yang lain termasuk pada istri, anak, serta masyarakat umum. 

Dimana, rancangan program dengan pendekatan pencegahan, dikatakan Wabup pada laki-laki beresiko harus dilakukan ditempat kerja atau perusahaan.

''Pesan-pesan untuk mengurangi perilaku berisiko  dirasakan masih kurang optimal karena keterbatasan informasi dan lingkungan yang kurang mendukung baik di perusahaan ditempat kerja maupun masyarakat sekitar,'' tukas Rosman Malomo.adv