PEKANBARU, GORIAU.COM - Penyakit baru yang jauh lebih mematikan dibandingkan HIV/AIDS, yakni tuberculosis multi drug resistant (TB-MDR) telah memakan korban. Seorang warga Kabupaten Rokan Hulu, Riau, dikabarkan telah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

"Penderita tersebut adalah seorang wanita yang terdeteksi sebagai penderita TB-MDR sejak April 2013," kata Dewi, petugas medis di ruang instalasi TB-MDR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau di Pekanbaru kepada wartawan, Rabu (8/1/2014).

Dia menurut petugas, sempat menjalani perawatan jalan di RSUD Arifin Achmad, sesuai dengan rujukan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Namun ketika itu, di RSUD Arifin Achmad belum memiliki ruang penanganan khusus untuk penyakit mematikan itu.

Sehingga, kata dia, pasien hanya melakukan perawatan biasa di ruangan pasien umum namun tetap dalam pengawasan khusus dan kamar tersendiri.

Setelah lebih delapan bulan, kata dia, penyakit yang diderita pasien tersebut tidak sembuh hingga akhirnya, pada Desember 2013, dia meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang tidak normal. "Badannya sangat kurus, karena kuman TB-MDR 'menggerogoti' rubuh pasien tersebut," katanya.

Ia mengatakan, pihak keluarga telah menjemput pasien itu untuk dikebumikan di kampung halamannya di Rohul. Tidak lama kemudian setelah kematian penderita TB-MDR itu, RSUD Arifin Achmad kemudian berinisiatif untuk membuka ruangan khusus penyakit mematikan itu.

Terpantau, ruang instalasi khusus tersebut masih menggunakan ruangan yang sama untuk pasien flu burung.

Petugas medis juga telah merawat dua orang pasien di ruangan instalasi tersebut yang hingga kini masih dalam pengawasan intensif.

Ahli medis menyatakan, bahwa TB-MDR adalah tuberculosis (TB) yang disebabkan oleh kuman mycrobacterium tuberclosis yang telah mengalami kekebalan terhadap obat anti tuberculosis (OAT).

TB resisten tersebut timbul melalui dua cara, yakni pasien TB yang drop out pengobatan dan kasus penularan dari pasien TB resisten kepada pasien baru TB.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, TB-MDR tersebut sekarang menjadi masalah baru yang dihadapi program pemberantasan TB di Indonesia. Hal itu mengingat angka kejadian kasus cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

WHO global report 2012 telah menempatkan Indonesia pada peringkat 9 dari 27 negara dengan beban TB-MDR terbanyak didunia dengan perkiraan pasien sebanyak 6.620 orang.(fzr/ant)