DUMAI, GORIAU.COM - Seorang pemuda, Martinus (21) warga Kelurahan Basilam, Kecamatan Sungai Sembilan terbujur kaku dengan kondisi usus terburai usai dikeroyok dan ditikam oleh Tema Arolaya dan 10 rekan lainnya Kamis (10/12) sekira pukul 21.30 WIB lalu.

Korban Martinus, yang sempat mendapatkan perawatan di RSUD Dumai akhirnya meregang nyawa Jumat (11/10) malam. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kenapa korban dikeroyok dan ditikam oleh rekannya.Kapolres Dumai AKBP Yudi Kurniawan SH MSi ketika dikonfirmasi Goriau.com melalui Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Wisnu Wibowo SH SIK, Minggu (13/10) membenarkan adanya penikaman yang menyebabkan korbannya Martinus meninggal dunia usai mendapatkan perawatan pihak RSUD Dumai."Korban meninggal dunia usai dirawat di RSUD pasca dikeroyok dan ditikam oleh salah tersangka berinisial Sa yang telah kita amakan. Sementara 10 orang lainnya yang terlibat pengeroyokan masih kita lakukan pengejaran." ujar Kasat.Ditambahkan Mantan kasat Reserse Siak tersebut, hingga saat ini belum bisah dipastikan penyebab pasti mengapa korban ditikam karena masih diproses penyelidikan terhadap tersangka yang sudah diamankan."Saat in kita masih memitai keterangan salah seorang tersangka yang berhasil kita amakan," ujar AKP Wisnu.Dikisahkan Kasat kejadian bermula ketika Kamis (10/10/13) sekira pukul 21.30 WIB korban bersama dua rekan lainnya dengan menggunakan sepeda motor akan menuju PT Thomas, Kelurahan Basilam, Kecamatan Sungai Sembilan yang merupakan lokasi kerja korban.Ditengah perjalanan korban dijegat oleh tersangka dan 10 rekannya lainnya. Kemudian tersangka sempat mencecera beberapa pertanyaan kepada korban sebelum akhirnya dikeroyok dan terjadi peristiwa penikaman terhadap korban.Korban mengalami luka pada bagian perut kanan tepat dibagian pinggang hingga usus korban terburai keluar. Melihat korban yang tergeletak bersimbah darah tersangka dan rekannya lantas melarikan diri, urai AKP Wisnu."Kini tersangka berinisial Sa telah kita amakan di Mapolsek Sunagi Sembilan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut serta mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara 10 teman tersangka masih dalam pengejaran." uangkap AKP Wisnu.(egy)