KAMPAR - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kampar, Riau sempat turun drastis. Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus asal Wuhan pada Senin (9/8/2021) sebanyak 41 orang. Namun berubah 180 derajat keesokan harinya, Selasa (10/8/2021), wabah Covid-19 di Kampar memprihatinkan.

Wabah ini merenggut sembilan nyawa pada hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jilid 3.

"Meninggal di rumah sakit. Ada di Pekanbaru, ada juga di RSUD Bangkinang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kampar, Haryanto kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (11/8/2021).

Di hari yang sama, sebanyak 83 orang terkonfirmasi positif. Kabar gembiranya, pasien yang sembuh lebih banyak yakni 129 orang. Menyisakan kasus aktif sebanyak 882 orang.

Sebanyak 305 orang dirawat di rumah sakit dan 560 orang menjalani isolasi mandiri. Hanya ada 17 orang yang diisolasi di Taman Rekreasi Stanum Bangkinang. Akumulasi kasus terkonfirmasi positif 7.366 orang.

Haryanto mengungkap, pencatatan kasus terkonfirmasi positif bukan hanya berdasarkan hasil uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Terkonfirmasi positif juga dihitung dari tes usap Antigen.

"Tidak lagi mesti PCR. Antigen juga sudah bisa. Jadi data terkonfirmasi itu (gabungan) PCR dan Antigen," ujar Anto, sapaan akrabnya.

Anto mengurai sebaran kecamatan paling berisiko dilihat dari jumlah terkonfirmasi terbanyak. Siak Hulu adalah kecamatan paling berisiko. Disusul Kecamatan Tapung, Bangkinang Kota, Tapung, Tambang dan Tapung Hulu.

Soal ketersediaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR), Anto mengklaim Kampar belum kekurangan. Sebab pasien Covid-19 di Kampar banyak dirawat di Pekanbaru.

Ia mengatakan, tes usap Covid-19 digencarkan dengan tracing kontak erat terkonfirmasi positif sebagai konsekuensi dari PPKM Level 3. Maka wajar jika jumlah terkonfirmasi tinggi.***