PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Sepanjang tahun 2012, Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan mencatat sedikitnya terjadi 42 kasus Demam Berdarah Dangue (DBD). Terakhir, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aigypti ini terjadi di Kecamatan Bandar Seikijang bulan lalu.

''Sampai November lalu terjadi 42 kasus DBD dan itu terjadi di Kecamatan Bandar Seikijang,'' ujar Kadiskes Pelalawan Drs H Darwis Alkadam, MSi melalui Kabid P2PL H Asril, SKm, MKes, Minggu (9/12/2012). 

Terkait ditemukannya kasus DBD di Kecamatan Bandar Seikijang, lanjut Asril, pihaknya telah melakukan fogging sebagai upaya membunuh nyamuk dewasa penebar penyakit mematikan tersebut. ''Kita lakukan fogging, alhamdulillah hingga saat ini tidak ada lagi laporan dari pihak Puskesmas setempat soal adanya kasus DBD yang baru,'' jelasnya. 

Namun karena siklus cuaca yang terus berubah, lanjut Asril, masyarakat diharapkan tetap mewaspadai berbagai gejala penyakit yang mengancam. ''Kalau DBD nampaknya berkurang, namun justru masyarakat harus tetap waspada, apalagi saat ini curah hujan cenderung meningkat. Karena selain ancaman penyebaran nyamuk aedes aigypti juga penyakit lain seperti malaria, muntaber dan lainnya yang tiap saat bisa jadi menyerang. Intinya tetaplah waspada dengan tetap berpegang pada pola hidup sehat, baik makanan maupun lingkungan,'' ungkapnya. 

Terutama, masyarakat yang saat ini lingkungannya masih terendam banjir. Memang biasanya pasca banjir masyarakat setempat cenderung diserang penyakit. Mulai sakit kulit juga penyakit lainnya akibat pencemaran lingkungan dan perkembangbiakan bakteri. ''Tapi alhamdulillah sampai hari ini belum ada laporan peningkatan penyakit yang dialami warga yang terkena korban banjir. Dan kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan dengan petugas kesehatan dari Puskesmas,'' ujarnya. 

Selain itu pula diharapkan, karena curah hujan cenderung meningkat, imbuh Asril masyarakat dihimbau melakukan gotong rotong bersama membersihkan lingkungannya. Seperti menormalisasikan saluran air yang tergenang karena bisa mejadi media sarang nyamuk, menguburkan dan membakar sampah yang berserakan di lingkungannya masing-masing. (kst)