
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sedang asyik mendengarkan Khutbah Jumat di Masjid Annur Jalan Pengaram Selatpanjang, tiba-tiba listrik mati. Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Selatpanjang membantah itu pemadaman bergilir, mereka mengatakan itu gangguan yang disebabkan layang-layang.
Pantauan GoRiau.com, Jumat (10/1/2014) siang itu, ratusan masyarakat memadati Masjid Annur untuk menunaikan kewajiban yaitu salat jumat. Tiba-tiba, sekitar pukul 12.28 Wib, listrik mati disaat khatib sedang membacakan khutbahnya.
Suara mengecil, kipas anginpun berhenti berputar. Hawa panas pelan-pelan menerpa ratusan ummat muslim pada siang itu.
Beruntung di Masjid ini memiliki ginset sendiri, hanya sekitar 8 menit, ginset berhasil dihidupkan. Pengeras suara dan kipas angin kembali nyala, dan jalannya ibadah siang itu kembali lancar hingga usai.
Menejer PLN Rayon Selatpanjang, Doddy Prariyadi, ketika ditemui usai salat Jumat mengatakan, itu bukan pemadaman bergilir. Ia menerka pemadaman tiba-tiba tersebut merupakan gangguan layangan.
"Ini gangguan disebabkan layangan, saya juga sudah muak. Berkali-kali kami himbau melalui koran dan radio, jangan bermain layang-layang di dekat jaringan PLN. Cuaca kan bagus, tak mungkin gangguan alam," kata Doddy kepada GoRiau.com.
Sementara itu, salah satu masyarakat Selatpanjang, Boy, tertawa mengetahui alasan PLN Selatpanjang yang mengatakan gangguan dari layangan. Menurut Boy, alasan yang diberikan PLN terkesan spontan dan asal tuduh.
"Dulu musim kabut asap, mati juga listriknya. Alasannya karena asap masuk ke mesin," kata Boy sambil tertawa.(zal)