DUMAI, GORIAU.COM - Puluhan wartawan se Kota Dumai, melakukan aksi damai dikantor Bea dan Cukai Kota Dumai.

Hal itu dilakukan atas dasar adanya pelecehan terhadap wartawan yang disebut maling saat pengambilan foto di pelabuhan penumpang Pelindo Dumai.

PantauanGoRiau.com Senin (28/10) puluhan wartawan melakukan aksi damai dengan berbekal atribut yang tertuliskan bahwa wartawan bukan maling.

"Kami bukan maling,". Teriakan puluhan wartawan sembari melakukan aksi dimana seorang wartawan yang berdandan bagaikan mayat guna menggambarkan matinya kemitraan antara wartawan dengan instansi Bea dan Cukai di Dumai.

Unjuk rasa yang berlangsung selama 1 jam mendapat respon dari kepala Bea dan Cukai Dwijo yang menyempatkan diri untuk langsung bertemu dengan wartawan, dengan pengawalan sejumlah oknum kepolisian Polres Dumai.

"Ini miskomunikasi, yang harus kita perbaiki, saya melihat disini belum jelas siapa yang salah dan siapa yang benar. Saya minta maaf disini atas nama instansi," ujar kepala Bea dan Cukai Dumai, Dwijo dihadapan puluhan wartawan.

Hingga berita ini dirilis aksi damai masih terus berlangsung dimana puluhan wartawan masih terus melakukan orasi dihadapan kepala bea dan cumai Dwijo meminta waktu untuk rapat internal sebentar. Sementara itu wartawan masih terus menunggu hasil rapat tersebut dihadapan kantor Bea dan Cukai.(egy)