
SIAK - Pelaksaan pawai takbir Idul Fitri 1438 hijriah di Kabupaten Siak tak kalah meriahnya dengan Kabupaten Kota lainnya di Riau. Sangking bahagianya, Bupati Siak, Drs H Syamsuar di malam itu menggendong cucunya yang cantik dan duduk di atas panggung kehormatan untuk sama-sama menyaksikan kemeriahan menyambut hari yang Fitri itu.
Satu persatu mobil hias dan gema takbir dari peserta pawai melintasi panggung kehormatan tersebut, tak hanya Syamsuar, cucunya pun ikut melambaikan tangan kepada peserta pawai. Sementara pejabat lainnya seperti Wakil Bupati Siak, Alfedri, Forkompinda, serta kepala Dinas yang hadir juga terlihat bahagia dan mengabadikan momen tahunan itu.
Setelah arak-arakan mobil hias dan peserta pawai tak lagi melintasi panggung kehormatan, orang nomor 1 di Kabupaten Siak inipun mulai bermain meriam buluh. Permainan khas melayu ini sering dimaikan Syamsuar saat masih kecil, sehingga ia terlihat mahir memainkannya lagi, tanpa bantuan ajudan ataupun masyarakatnya.
Ketua Panitia lomba pawai Takbir, K Kadri Yafis menyebutkan, pawai takbir yang diikuti 3 Kecamatan dengan tema 'Gema Takbir Kita Jadikan Kabupaten Siak yang Agamis dan Berbudaya Melayu'. Pawai Takbir di Siak ini, kata Kadri diikuti puluhan ribu masyarakat Siak, baik yang terlibat langsung ataupun mereka ingin melihat kemeriahan malam kemenangan itu.
"Malam takbir ini sangat meriah dan lebih meriah dari tahun sebelumnya. Bupati terlihat sangat senang sekali dengan antusianya masyarakat yang membuah suasana takbir lebih berwarna. Semoga kekompakan mayarakat dalam mengikuti kegiatan ini dapat kita bertahankan pada kegiatan tahun-tahun berikutnya," kata Kadri yang juga Kepala Dinas Pendidikan Siak ini kepada GoRiau.com (GoNews Grup).
Sementara itu, dalam kegiatan pawai Takbir yang juga dihadiri Sekda Siak, Ketua DPRD Siak, serta tokoh masyarakat Siak, Syamsuar juga menyampaikan pesan kepada masyarakatnya agar dapat mengecek kondisi rumah sebelum ditinggalkan saat mau pergi berlebaran.
"Jangan sampai kelalaian akan merugikan kita selamanya. Dimana musibah terjadi bisa kapan saja meski tidak kita kehendaki. Seperti kebakaran, karena lupa mematikan kompor saat bepergian dan lain-lainnya," pesan Syamsuar sembari mengucapkan Minal Aidin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk seluruh masyarakat Siak dan Riau pada umumnya. ***
Diatas panggung kehormatan, Bupati Syamsuar dan Cucunya nenonton arak-arakan peserta pawai takbir Idul Fitri 2017.
Bupati dua periode ini mengakui meriam bambu adalah permainannya semasa kecil.
Bupati Syamsuar bawa cucu pertamanya melihat kemeriahan malam takbir hari raya Idul fitri 2017
Bupati Siak, Syamsuar mencoba menyalakan meriam bambunya
Lampu colok masih terlihat di sudut kampung menjelang malam takbir Idul Fitri 2017
Permainan meriam bambu di tepian sungai Jantan saat malam takbir Idul Fitri 2017
Bupati Syamsuar berhasil memainkan meriah bambunya.
Suasana kegiatan malam takbir Idul Fitri 1438 H ditepian Sungai Jantan
Salat Idul Fitri di lapangan Siak Bermadah.