TEMBILAHAN- Kecelakaan tunggal sebuah kapal yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit terjadi di perairan Inhil, Riau, tepatnya di Perairan Tanjung Jungkir Sungai Guntung, Kelurahan Bandar Sri Gemilang, Kecamatan Kateman, Kamis (25/2/2016).

Ternyata, sebelum kapalnya tenggelam dihantam gelombang tinggi, sekitar pukul 08.00 WIB, sang nahkoda kapal bernama Marzuki (korban selamat) sempat menghubungi keluarganya bernama Nurhuda untuk memberitahukan bahwa perjalanan mereka terganggu karena gelombang laut kuat dan mesin kapal tidak stabil.

Kemudian keluarga korban turun ke laut dengan menggunakan Speedboat, namun speedboat yang digunakan mengalami gangguan, yang akhirnya pihak keluarga pun menghubungi Syarin yang saat itu sedang melaut.

Sekira pukul 10.00 WIB, menggunakan pompongnya, Syarin segera memberikan bantuan dan pergi ke sekitaran perairan Tanjung Jungkir dan menemukan kotak-kotak barang yang mengapung.

Kemudian pukul 11.00 WIB, ia melihat sang nahkoda kapal melambaikan tangannya yang mengapung di laut, dan Syarin pun langsung menariknya keatas pompong.

Setelah itu, Syarin mencari salah satu rekan Marzuki yang bernama Fikri, tidak lama ia melihat rekan sang nahkoda dalam keadaan mengapung dan langsung menaikkan korban ke dalam pompong miliknya.

Selanjutnya, bersama Polsek Kateman, Unit Polair, TNI AL, Syahbandar dan Dishub Sungai Guntung membawa korban ke RSUD Raja Musa Guntung untuk dilakukan VeR (Visum et Repertum).

Dari hasil olah TKP dan VeR tim dokter RSUD Raja Musa, menerangkan bahwa Fikri meninggal dunia akibat kehabisan nafas saat tenggelam, di tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana lainnya.

''Sedangkan Marzuki yang merupakan nahkoda mengalami syok ringan akibat gelombang laut, dan dirawat di rumah sakit,'' tukas Paur Humas Polres Inhil, Iptu Warno.***