SELATPANJANG - Ambruknya dermaga Pelabuhan Camat di Selatpanjang Kepulauan Meranti, Riau, dikesalkan banyak warga. Pasalnya, dermaga yang dibangun Provinsi Riau zaman Kabupaten Bengkalis itu dianggap disalahgunakan sehingga menyebabkan ambruk (tenggelam ke laut, red).

Menurut Ardi, salah seorang warga Meranti yang memiliki kedai kopi tepatnya di belakang Jumbo Selatpanjang, Ia telah lama memprotes agar dermaga itu tidak dijadikan tempat bersender kapal. Selain itu, aktivita bongkar muat barang juga diduga menjadi pemicu ambruknya dermaga batu lebih dari 10 meter itu.

"Saya sudah lama protes akan hal in. Dermaga inikan untuk penahan gelombang, kenapa dijadikan tempat kapal bersandar dan bongkar muat. Sekarangkan sudah ambruk," ujar Ardi dengan nada kesal.

"Tali kapal diikat di tiang dermaga. Ombak menghempas kapal, akhirnya tang-tiang itu tertarik. Lama kelamaan miring dan ambruk," tambah Ardi pula.

Untuk menuju kedai kopi miliknya, memang harus melalui dermaga yang ambruk, Selasa (16/2/2016) sore sekitar 18.05 WIB.

Pantauan GoRiau sebelum kejadian, apa yang disampaikan Ardi itu betul adanya. Hampir setiap hari ada saja kapal bersender. Selain itu juga ada aktivitas bongkar muat berbagai macam barang. Sebelum amrbuk, memang terlihat dermaga ini sudah menunjukkan bahwa usianya tidak akan lama. Dermaga sudah terlihat miring dan pada akhirnya ambruk lalu tenggelam ke dasar laut, Selasa sore itu.

Kejadian ambruk dermaga Pelabuhan Camat Selatpanjang ini menyebabkan 8 orang warga yang berada di atasnya tercebur ke laut. Selain itu, ada 5 unit kendaraan bermotor juga ikut tercebur dan tenggelam. ***