
RENGAT, GORIAU.COM - Dana milyaran rupiah untuk pembangunan astaka utama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Riau XXX di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dua tahun lalu, kini tercampak begitu saja.
Bangunan bekas iven akbar Riau tahun 2011 itu saat ini tinggal puing dan menjadi barang rongsokan. Padahal bekas astaka tersebut bisa difungsikan dan dikelola.
''Harusnya astaka itu bisa dimanfaatkan sebagai kantor pengelolaan objek wisata Danau Raja, karena lokasi bangunan astaka tersebut berada di pinggir danau,'' ujar Usman, salah seorang pendiri Forum Pemantau Pembangunan Riau (FP2R), Senin (3/2/2014) di Rengat.
Selain dapat dijadikan kantor pengelola, bekas bangunan astaka itu juga bisa dijadikan sebagai salah satu destinasi yang memiliki daya tarik pengunjung saat berwisata ke danau tersebut.
''Astaka itu adalah bangunan terapung satu-satunya yang ada di Riau. Namun sayang kini hanya tinggal puing dan dibiarkan lapuk. Padahan biaya yang digelontorkan pemerintah untuk membangun itu bernilai miliaran rupiah,'' tandas Usman.
Pantauan GoRiau di lokasi, terlihat puing-puing astaka yang dulunya megah kini lapuk dimakan rayap. Begitu juga dengan pontong astaka utama terlihat nyaris tenggelam.(jef)