PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Bupati Rohul Drs. H. Achmad, MSi usai rapat tertutup dengan seluruh anggota Komisi I DPRD Rohul, dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Drs. M. Munif, MSi,Kabag Tapem Setdakab Rohul Sofwan, S. Sos tak bersedia menjelaskan hasil rapat penyelesaian konflik lima desa batas Rohul dan Kampar.

''Mau shalat dulu, apa wartawan tak mau shalat,'' kata Bupati Rohul dengan nada bercanda seraya masuk dalam mobil dinasnya dan melaju menuju ke Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Pasirpangaraian, Senin (3/2/2014).

Salah satu anggota Komisi I Baihaqi Adduha dari Partai PKS, juga tidak bersedia memberikan jabawan, sebab belum memberikan laporan pada Ketua DPRD Rohul H. Hasanudin Nasution, SH.

''Sama ketua ajalah, atau sama Bupati sajalah, kita kan belum melapor pada Ketua DPRD Rohul,'' ujar Baihaqi.

Sedangkan Ketua Komisi I DPRD Rohul Tengku Rusli S. Sos, dari Partai Golkar, mengatakan rapat skema itu hanya sebatas konsultasi, dan mengatakan hingga saat ini lima desa itu masih milik Rohul secara yuridis.

Langkah apa yang akan diambil DPRD Rohul terkait konflik lima desa tersebut, Tengku Rusli menjawab, hingga saat ini DPRD Rohul dan Pemkab Rohul belum sampai melakukan pembahasan terkait itu.

''Selama ini kan itu milik kita, belum, belum ada dibahas itu, nantilah kita ekpos ya,'' pungkas Tengku Rusli. (srt)