JAKARTA - Luhut Ferry Parsaoran Aritonang (43), Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu di Desa Parbubu I, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang menghilang sejak lima hari lalu, sudah ditemukan. Kondisinya sudah tak bernyawa.

Empat warga Desa Parbubu I yang pertama sekali menemukan jasad Luhut di kawasan hutan Sirambe Desa Parbubu I pada Sabtu siang (11/5). Keempat warga itu adalah Nurlina Hutagalung (51), Poltak Tobing (36), Juandi Matondang (38) dan Amas Aritonang (82).

Awalnya mereka mencium bau menyengat dan jejak sandal.

"Sekitar jarak 10 meter para saksi mencium bau busuk dan melihat jejak sandal. Mereka mengikuti jejak tersebut dan mendapati mayat dengan posisi badan sudah busuk dengan leher terikat baju korban. Simpul tali terikat ke pohon dan korban tidak mengenakan baju. Mereka lantas memanggil warga dari perkampungan berjarak 500 meter," tutur Kepala Sub Bagian Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Sutomo M Simaremare dalam keterangan tertulisnya.

Ads
Luhut diketahui meninggalkan rumah sejak Senin (6/5) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Dia pergi tanpa meninggalkan pesan apapun kepada keluarga. Upaya pencarian sudah dilakukan sejak Rabu (8/5)

Sutomo menjelaskan, sesuai keterangan istri korban Namaida br. Situmorang kepada kepolisian, korban pamit baik-baik untuk pergi ke luar rumah, tetapi tidak diberitahu mau kemana. Istri korban juga mengaku tidak ada pertengkaran di antara mereka. Korban juga tidak punya utang piutang, meski tengah dlilit masalah keuangan.

Korban langsung dikebumikan di sekitar lokasi penemuan jasad tanpa autopsi atas permintaan istri dan keluarga.

"Karena sudah melihat langsung bahwa korban bunuh diri, keluarga bersedia membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi. Selanjutnya korban langsung dikuburkan tidak jauh dari lokasi korban gantung diri, sekitar 5 meter," kata Sutomo.

Ketua KPU Tapanuli Utara Kopman Pasaribu dikonfirmasi membenarkan Luhut Ferry Parsaoran Aritonang merupakan salah seorang Ketua KPPS di Tarutung. Kematian Luhut juga sudah dilaporkan ke KPU RI.***