DURI, GORIAU.COM - Pedagang Kaki Lima (PKL) pernah ditertibkan sebelumnya, namun keberadannya kini kembali lagi memenuhi trotoar dan bahu jalan Pasar Mandau dan Dewi Sartika. Untuk menghalau kembalinya PKL, Satpol PP kecamatan Mandau pernah diancam oleh PKL yang ada didepan dua pasar tersebut. Tak tanggung-tanggung, PKL pun pernah mengancam akan menghancurkan mobil operasional Satpol PP, jika tidak pergi.

"Yang turun selama ini hanya Satpol PP dilapangan memantau kembalinya PKL. Bahkan kita pun main kucing dengan PKL yang kembali ke pasar untuk berjualan di trotoar dan bahu jalan," ungkap Kasi Trantib Kecamatan Mandau, Samsul Alam dalam rapat koordinasi lintas sektor di aula Kantor Camat Mandau.

Ia juga menjelaskan dalam rapat koordinasi tersebut, tidak mungkin anggota Satpol PP Kecamatan Mandau 24 jam bekerja. "Tim memang ada, tapi yang turun hanya Satpol PP. Sampai anggota Satpol PP diancam oleh PKL yang berjualan, jika tidak pergi mobil operasional akan dihancurkan," pungkas Samsul Alam.

Dirinya menduga, PKL yang sudah diberikan dana kompensasi belum keluar dari pasar. Sehingga perlu pendataan kembali dilapangan. "Intinya PKL jangan berjualan dibadan jalan dan trotoar. Saya tidak ingin anggota dilapangan adu fisik dengan PKL," pungkas Samsul Alam.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Sekcam Mandau Sapon dan dihadiri Kepala Dinas Pasar Kabupaten Bengkalis Indra Gunawan, Kepala UPT Dishubkominfo Henri Budiman, Kepala UPT Dinas Pasar Ahmad Saputra, Lurah Duri Barat Alazmi Julizar, Lurah Duri Timur Yudi Kurniawan, perwakilan dari Koramil 0303 Mandau dan Polsek Mandau.(ric)