PEKANBARU- Menyambut bulan suci Ramadan yang dimulai besok, Senin (6/6/2016), wajah Kota Pekanbaru sungguh memprihatinkan. Lihat saja, hampir disetiap sudut Kota Bertuah yang Madani ini dihiasi tumpukan sampah rumah tangga, berbau busuk. Tak terlihat aktifitas petugas kebersihan sejak tiga hari terakhir yang biasanya mengangkut sampah ke truk setiap pagi untuk dibawa ke tempat pebuangan akhir.

Pantauan GoRiau.com, khususnya di Panam, Kecamatan Tampan, disepanjang Jalan Soebrantas terlihat tumpukan sampah. Bahkan, di depan Klinik Sansani atau sekitar 200 meter dari Simpang Tabek Gadang, sampah-sampah berbau busuk itu sudah memakan badan jalan. Parahnya, ada sekitar 30 meter deretan sampah berjejer di pinggir jalan protokol yang menimbulkan bau busuk menyenggat tersebut.

"Sudah tiga hari ini tak ada petugas mengangkut sampah. Lihat saja, sampah berjejer di pinggir jalan. Padahal besok sudah mulai puasa Ramadan," keluh Andi, warga Panam yang berjualan di samping Klinik Sansani kepada GoRiau.com, Minggu (5/6/2016).

Anehnya, kendati petugas kebersihan terkesan lalai menjalankan kewajibannya, namun tetap saja setiap awal bulan ada petugas yang memunggut iuran sampah ini ke warga yang berjualan di ruko-ruko di Panam.

"Kemaren datang juga petugas minta uang iuran sampah Rp50 ribu per bulan, tapi tak saya kasih. Ngapain kita kasih juga, sementara kerja mereka tak becus," ujar Aheng, warga yang berjualan di salah satu ruko di Panam.

Warga berharap, Pemko Pekanbaru bersikap tegas terhadap petugas kebersihan ini. Apalagi Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau, dimana saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan potensi wisata ke penjuru dunia.

"Jangan sampai saat tamu datang ke Riau, mereka kecewa melihat tumpukan sampah dimana-mana di Kota Pekanbaru," tambah Agus, mahasiswa Unri.

Tumpukan sampah juga terlihat di depan Jalan Delima, Jalan Suka Karya, depan Giant Panam, depan Pesantren Babussalam, Pasar Pagi Arengka, Pasar Panam dan sejumlah titik lainnya. Jika tak diangkut petugas kebersihan hingga sore ini, tentu sampah-sampah semakin mengunung, sebab warga tetap saja membuah sampahnya setiap hari.(***)