PEKANBARU, GORIAU.COM - Seorang buruh di kelurahan Labuh Baru Timur, Payung Sekaki Pekanbaru, terpaksa berurusan dengan pihak berwenang, lantaran diduga mencabuli anak dibawah umur. Aksi ini dilakukan, saat korban bertandang kerumah pelaku untuk membantu menyetrika baju. Sadisnya, perbuatan tersebut sudah berlangsung sejak korban berusia sembilan tahun.

Hampir empat tahun lamanya (sejak usia sembilan tahun hingga 13 tahun) Bunga (nama samaran,red) menyimpan rahasia ini, sebelum akhirnya sang bocah memberanikan diri membeberkan perbuatan bejat SP (45) kepada tetangganya. Dari tetangga tersebut, cerita kelam ini akhirnya sampai ketelinga orang tua korban.

Merasa tak tenang, orang tua korban lalu memanggil anaknya untuk mengetahui kebenarannya. Bak tersambar petir di siang bolong, kedua orang tua Bunga kaget bukan kepalang, saat mendengar cerita itu dari bibir polos anaknya. Tak pelak, pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus ini ke Mapolresta Pekanbaru, Selasa (2/6/2015) siang.

Informasi yang dihimpun GoRiau.com di Mapolresta, aksi bejat ini sudah terjadi sejak empat tahun lalu. Modusnya, SP memanfaatkan situasi sewaktu korban bertandang kerumah pelaku yang juga berdekatan, untuk membantu menyetrika pakaian. Melihat situasi rumah kosong, pria setengah abad ini pun langsung beraksi.

Bergegas ia menggiring korban masuk kedalam kamar, hingga akhirnya Bunga pun diduga alami pencabulan. Ini terus berlangsung sampai dia menginjak usia 13 tahun. Selama itupula korban takut mengungkapkannya. Namun pada akhirnya perbuatan busuk ini pun terkuak, saat Bunga yang sudah tak kuat pada akhirnya menceritakan kepada seorang tetangganya.

Orang tua korban yang tidak terima anaknya diperlakukan tak senonoh, langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polisi. "Laporan awal sudah dibuat korban ke SPKT, dan saat ini kita masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan korban serta sejumlah saksi," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun. (had)