PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, M Yafiz mengaku tidak mengetahui terkait hilangnya Rp17 miliar anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Riau untuk tahun 2015 ini.

Dirinya memaparkan, bahwa tugas Bappeda Riau hanya sampai di Kebijakan Umum APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk selanjutnya diserahkan ke TAPD Riau. "Kemudian dibahas bersama DPRD Riau," kata Yafiz.

"Kalau mau lebih tegas, bagus tanya ke TAPD," kata Yafiz mengarahkan.

Sebelumnya, Kadisbudpar Riau Said Syarifuddin mengatakan, awalnya dana Rp11,9 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan kawasan wisata Bono tersebut sudah disahkan dan lolos verifikasi Mendagri.‎

"Namun ketika melakukan entry data di biro keuangan, ada total Rp17 miliar yang harusnya masuk, tapi itu tidak ada lagi termasuk Rp5 miliar untuk pengembangan kawasan wisata Bono ini," tukasnya.

Bahkan, dirinya menegaskan bahwa Rp67 miliar untuk anggaran Disbudpar Riau tahun ini sama sekali tidak pernah diusulkan pihaknya. Namun, bisa jadi anggaran itu sebutnya diusulkan oleh Bappeda Riau atau Gubernur Riau. Menurutnya, secara aturan, hal ini disahkan, apalagi sudah dibahas, disahkan dan lolos verifikasi Mendagri.‎***