PEKANBARU - Rombongan liar alias Romli diperkirakan dapat membikin rusuh dalam Kongres ke-29 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang akan berlangsung di Pekanbaru mulai Minggu (22/11/2015 pagi ini.

Menurut Ketua Panitia lokal Kongres ke-29 HMI, Ahmad Effendi Siregar, jumlah Romli ini justru lebih banyak dibandingkan jumlah peserta. Peserta Kongres HMI hanya 1.500 orang dan Kongres Kohati (Korp HMI Wati) 500 prang. Total berjumlah 2.000 orang. Sedangkan jumlah Romli atau penggembira bisa mencapai lebih 3.000 orang.

Ditegaskan, panitia hanya menanggung makan dan minum serta penginapan untuk peserta. Itu pun masih bermasalah karena bantuan Pempprov Riau sebesar Rp 3 milyar belum cair. Sedangkan Romli tidak ditanggung sama sekali. Mereka inilah yang dapat menimbulkan masalah. ''Tiap Kongres selalu ini masalahnya,'' kata Ahmad dalam pertemuan dengan alumni HMI (KAHMI) Riau.

Menurut Hendra Masdarta, anggota KAHMI Riau, Romli ini biasanya ada yang menanggung. Misalnya, calon-calon yang akan maju sebagai Ketua Umum HMI atau senior dan pemerintah daerah mereka. Jadi, panitia tak perlu memikirkan mereka. ''Mereka biasanya pandai cari penginapan dan makan sendiri,'' ujarnya.

Namun, menurut Fat Haryanto Lisda, Panitia Nasional Kongres (PAnasko), walauun tidak menjadi tanggungjawab panitia, Romli ini juga harus dipikirkan. Panitia juga harus mencarikan alternatif di mana mereka menginap. ''Paling tidak untuk mereka istirahat, sekedar berseloncor,'' katanya.

Sampai kemarin belum jelas di mana para Romli yang sudah berdatangan di Pekanbaru itu akan menginap. Alternatif yang ditawarkan adalah Rusunawa UIR atau Ruang bawah Masjid Agung An Nur. Tapi belum ada yang memanfaatkan itu. Jangan-jangan yang membikin rusuh di depan Gelanggang Remaja dari HMi Makasar tersebut termasuk Romli. ***