PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Sejumlah desa di Kecamatan Kunto Darussalam dan Kecamatan Bonai Darussalam, sudah jadi sentra pertanian kacang kedelai di Kabupaten Rokan Hulu. Dengan kondisi tanahnya yang cocok, kedua daerah sudah menyumbang jumlah produksi termasuk tinggi di Rokan Hulu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Rohul, Sri Hardono mengatakan untuk kebutuhan kacang kedelai di Rohul sekitar 6.000 ton per tahun. Meski demikian, produksi kedelai dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. ''Produksi saat ini baru 2.000 ton per tahun. Masih kurang 4.000 ton,'' jelas Sri Hardono di dampingi Kabid Pengembangan dan Tanaman Pangan Dinas TPH Rohul Umzakirman, Minggu (2/11/2014).

Sri juga mengakui, belum tercapainya target produksi kacang kedelai hingga 6.000 ton per tahun akibat faktor cuaca. Yakni, bencana kekeringan beberapa bulan lalu yang berdampak pada pertumbuhan tanaman kedelai. Kemudian upaya meningkatkan produksi disokong melalui dana APBD Rohul 2014, tahun ini dianggarkan dana untuk pengadaan bibit untuk 15 hektar lahan pertanian kedelai di Kecamatan Tambusai. Bantuan diberikan kepada sekitar 20-30 kelompok di daerah itu, pada musim tanam Agustus 2014 lalu.

Selain APBD Rohul, juga ada bantuan APBN untuk 500 hektar di beberapa kecamatan yang mulai pada musim tanam April 2014 lalu, yakni di Kecamatan Rokan IV Koto, Kuntodarussalam, Bonaidarussalam, Kepenuhan dan Kecamatan Tambusai. ''Bantuan dari APBN sudah dipanen. Usia panen kedelai sama dengan usia padi, pada umur 110 hari kemudian sudah panen,'' kata Sri, yang juga mengaku petani saat ini menggunakan benih kedelai varietas anjosmoro.

Tambah, Sri, untuk produksi kacang kedelai tertinggi di Rohul ada di Kecamatan Kuntodarussalam, yakni sekitar 1,8 ton per hektar. Produksi dinilai masih rendah jika dibandingkan produksi pada 2013 silam yang tembus 2,1 ton per hektarnya.

Kemarau Hambat Produksi Kacang Kedelai

Kepala Dinas TPH Rokan Hulu mengakui, panen idealnya untuk tanaman kedelai yakni 2,2 ton per hektar, namun karena kondisi cuaca, target produksi petani tidak tercapai. Para petani kedelai mengeluh karena terjadi kekeringan akibat bencana kemarau seperti terjadi di Kecamatan Rokan IV Koto, Tambusai dan Kepenuhan.''Akibat kemarau, menyebabkan sebagian produksi menurun karena bencana alam musim kering,'' ungkap Sri dan diakuinya bahwa harga kacang kedelai petani masih murah bekisar Rp10 ribu per kg.

Dirincikan, Sri untuk luas lahan pertanian di Kecamatan Bonai Darussalam mencapai 150 hektar dan hanya ada di Desa Kasang Padang, untuk luas lahan pertanian kedelai di Kepenuhan Hulu 50 hektar berada di Desa Pekantebih. Sementara itu di Kecamatan Rokan IV Koto sekitar 150 hektar, tersebar di Kelurahan Rokan, Koto Ruang dan Cipang Kiri Hilir.

Rendahnya animo petani dalam menanam kacang kedelai, diakui Sri Hardono karena faktor harga masih rendah. Hal itu akibat masuknya kedelai impor yang lebih murah. ''Harga kedelai impor lebih murah karena ada subsidi dari pemerintah mereka. Sementara, petani kita masih dibantu,'' ungkapnya.

Penyebab masih rendahnya produksi, yakni karena kualitas sumber daya manusia untuk petani impor sudah tinggi. Petani di luar negeri juga telah punya lokasi khusus. Sementara petani kedelai di tanah air masih ada yang menanam di sela-sela tanaman karet. (ram)