SELATPANJANG, GORIAU.COM - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menargetkan 200 hektar tanaman kehidupan sudah ditanam hingga akhir tahun 2014 ini di Pulau Padang. Hal ini menyusul realisasi komitmen perusahaan penghasil bubur kertas dan kertas kepada masyarakat sekitar operasional perusahaan yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan ini.
Manajer RAPP Estate Pulau Padang, Marzum Hamid mengatakan untuk tahun 2014 ini pihaknya akan fokus mengerjakan tanaman kehidupan di 6 desa, antara lain Putri Puyu, Lukit, Mekar Delima, Kudap, Dedap, dan Tanjung Padang. Dikatakan Marzum, saat ini sekitar 14 ribu bibit sudah masuk dan siap untuk ditanam.
"Jadi bibitnya sudah masuk, 1 November sudah ditanam. Kita fokuskan di 6 desa ini dan target 200 hektar selesai ditanam tahun 2014 ini," katanya.
Sementara itu, Marzum menambahkan, sesuai dengan ketentuan, luas lahan tanaman kehidupan yang dicadangkan untuk masyarakat sebanyak 5% dari total area keseluruhan atau sekitar 1.700 hektar.
Tanaman tersebut ditargetkan tuntas ditanam pada tahun 2015 mendatang. Sedangkan untuk pengelolaanya ditambahkan Marzum akan diserahkan kepada masyarakat melalui Koperasi di desanya.
"Setelah tanaman karet itu berhasil nantinya, kita menyerahkan pengelolaanya kepada masyarakat melalui koperasi dan rekanan lokal dari desa. Ada beberapa koperasi yang sudah kita bantu pembentukannya dan pembinaannya. Semuanya langsung mendapat pengawasan dari Askep Tanaman Karet kita, dan melibatkan beberapa orang masyarakat," ungkap Marzum. Â
Marzum merincikan di Desa Putri Puyu sekitar 13,2 hektar sudah ditanam dari total 200 hektar lahan dan masih terus berjalan, kemudian di Desa Mekar Delima dan Desa Tanjung Padang, masing-masing seluas 200 hektar juga dalam tahap penyiapan lahan. Sedangkan di Desa Lukit, seluas 375 hektar dari 900 lahan juga sudah siap tanam. Sementara, di dua Desa lagi yakni Desa Dedap seluas 50 hektar dan Kudap seluas 75 hektar masih tahap sosialisasi. Untuk jenis vegetasi yang akan ditanam adalah tanaman karet yang disesuaikan dengan permintaan masyarakat Desa.
Saat ditanya mengenai luas area tanaman kehidupan yang dikerjakan baru seluas 1.625 hektar, Marzum menjelaskan pihak RAPP akan berkoordinasi lagi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebenarnya total luas tanaman kehidupan di Pulau Padang lebih dari 1.700 hektar. Namun mulai dari penyediaan lahan sampai penanaman hingga berhasil hanya dilakukan oleh RAPP seluas 1.700 hektar.
"Sedangkan sisanya kita (RAPP.red) hanya membangunkan tanaman kehidupannya saja. Untuk penyediaan lahannya dilakukan oleh pihak Desa," terangnya.
Kepala Desa Tanjung Padang, Syahrul mengatakan pihak sangat menyambut baik program tanaman kehidupan yang dilaksanakan oleh RAPP. Menurutnya tanaman kehidupan tersebut bisa memberi nilai tambah bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Kami berterimakasih atas program tanaman kehidupan ini dan semoga masyarakat bisa lebih menikmati ke depannya. Kita berharap kepada perusahaan juga terus komit dan peduli terhadap kondisi masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan pembangunan," kata Syahrul.
***