PEKANBARU, GORIAU.COM - Sejauh ini, sumber pendapatan desa, terutama untuk pendapatan asli daerah dinilai masih tidak mencukupi untuk desa-desa yang tertinggal (swadaya). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk bantuan desa swadaya tahun ini sebesar Rp1,3 triliun.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPM-Bangdes) Provinsi Riau, H Daswanto, mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan bantuan Rp1,4 miliar per desa.

Program ini dinilai harus direbut oleh Riau jika ingin serius membangun dan memberdayakan setiap desa yang ada. Kisaran Rp1,3 triliun yang diusulkan Pemprov Riau diperuntukkan bagi 1.300 desa tertinggal di Riau.

"Anggap saja per desa mendapatkan bantuan Rp1 miliar, dirasa akan lebih cukup dan bisa memberikan pembangunan besar bagi desa di Riau ke depan," kata Daswanto.

"Kalau desa swadaya atau tertinggal itu dibantu dengan anggaran cukup, maka kesejahteraan masyarakat ajan meningkat," sambungnya.

Hanya saja kata Daswanto, berdasarkan aturan pusat, bantuan untuk desa itu tidak merata jumlahnya. Alokasi dana akan diberikan sesuai dengan jumlah penduduknya.

"Selain jumlah penduduk, luas wilayah dan angka kemiskinannya juga menentukan. Semakin tinggi jumlah penduduk, wilayah yang luas dan tingginya angka kemiskinan di desa itu, maka besar pula dâna yang diberikan pusat," terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan membeberkan kondisi ril desa tertinggal di Riau kepada Presiden. Sehingga diharapkan, Presiden Jokowi mengalokasikan dana desa dalam APBN.***