PEKANBARU, GORIAU.COM - Lebih kurang 17 tahun Riau menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Berbagai cara ditempuh sebagai antisipasi menghindari dan meminimalisir kebakaran lahan. Namun tetap saja tidak membuahkan hasil, kebakaran tetap menjadi 'kado ulang tahun' Riau setiap tahunnya.

Petinggi-petinggi negara hampir tidak pernah absen berkunjung ke Riau guna membahas antisipasi karhutla setiap tahunnya. Bahkan beberapa kali, Presiden Republik Indonesia juga turut turun dalam mengantisipasi.

Tahun ini, jika kebakaran lahan secara besar-besaran terjadi lagi, kebakaran lahan di Riau genap berusia 18 tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mei-Oktober merupakan 'jatah' Riau mengalami karhutla.

Lagi-lagi sejumlah pejabat tinggi negara akan menyambangi Riau pekan depan. Seperti Panglima TNI, Kejaksaan Agung, Kapolri, Menkum dan HAM hingga menteri terkait lainnya. Mereka hadir untuk melakukan rapat mencarikan solusi 'memerdekan' Riau dari karhutla dan kabut asap.

"Kita persiapkan untuk menyambut kedatangannya," kata Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Jumat (5/6/2015) di Pekanbaru.

Terakhir, Presiden Joko Widodo melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya akan membangun sekat-sekat kanal di seluruh wilayah gambut di Riau. Seluruh lahan gambut diupayakan tetap basah dengan dialiri air secara terus-menerus.

2014 lalu, Sekdaprov Riau H Zaini Ismail mendapat kue ulang tahun ke-17 dari masyarakat Riau. Kue tersebut menandakan 17 tahun masyarakat Riau merasakan kabut asap akibat kebakaran lahan.***