
PEKANBARU, GORIAU.COM - Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun meresmikan Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Riau, Kamis (19/6/2014). Dalam kesempatan itu, Gubri lagi-lagi meminta agar Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Riau terus diperjuangkan.
Dimana kepada Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat, Tarman Azam, yang menghadiri peresmian gedung baru tersebut diminta ikut membantu Riau dalam memperjuangkan RTRW ini. "Kalau masalah biaya, kami tanggung semua," kata Gubri.
Karena kembali dipaparkan Gubri, kendala RTW Riau sangat menyusahkan pengembangan dan pembangunan Provinsi Riau. Begitu juga kepada PWI Riau, Gubri juga meminta hal yang sama.
"Sudah 7 tahun sejumlah kawasan di Riau yang faktanya merupakan pemukiman, kebun masyarakat, pertokoan, perkantoran dan lainnya, tetapi itu masih diklaim sebagai kawasan hutan. Kita harap Bapak Tarman bisa membantu Riau," harapnya.
Bahkan dalam peta dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, beberapa wilayah strategis di Riau juga masih disebut kawasan hutan. Seperti Kantor Gubernur Riau, Kota Dumai, sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak dan beberapa wilayah lainnya.
"Kita tetap dan harus memperjuangkan RTRW Riau, karena hanya dengan itu kita bisa membangun Riau menjadi lebih baik," tukas Gubri.
Sebelum dilakukan peresmian, PWI Riau melantik Pengurus PWI Kelompok Kerja Kota Pekanbaru, pelantikan 4 lembaga di bawah PWI Riau.
Peresmian tersebut dihadiri Danrem 031/WB, Kapolda Riau, Danlanud, Bupati Kampar, Jefry Noer, Sekko Pekanbaru, sejumlah pejabat di Lingkungan Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru.
Kemudian Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat, Tarman, sesepuh wartawan Riau dan pengurus PWI Provinsi Riau. Dalam sambutannya, Hendri Agustira sebagai Ketua PWI Pokja Kota Pekanbaru akan membangun hubungan yang baik dengan Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau.
Gubri menyebutkan, peranan media sangat penting dalam pembangunan suatu daerah. "Media juga sebagai kontrol dan pengawasan. Tapi jangan yang baik dibuat jelek, yang jelek malah dibuat baik. Kalau itu kita tak akan berkembang," tuturnya.***