SELATPANJANG, GORIAU.COM - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, Rabu (18/6/2014) pagi, marah kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Meranti. Kemarahan Irwan ini akibat dari realisasi APBD 2014 di semua SKPD terkesan berjalan di tempat.
Pantauan GoRiau.com pagi itu di Ballroom Afifa Jalan Banglas Selatpanjang, dengan tegas orang nomor satu di kabupaten berbatasan dengan negara luar Malaysia itu mengatakan bahwa SKPD memiliki nafsu besar untuk meminta berbagai program saat usulan, namun tak sanggup untuk melaksanakannya.
"Waktu pengusulan, banyak pejabat yang sampai menumbuk meja di Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) agar usulannya bisa di setujui. Namun setelah disetujui, banyak yang tidak berjalan. Saya pastikan dari APBD 2014 baru anggaran SPPD dan biaya rutin saja yang baru berjalan. SKPD kita memiliki Nafsu yang besar, tapi tenaga kurang," kata Irwan.
Dia juga menilai SKPD banyak berbicara saja, tapi tak mampu melaksanakan pekerjaan. Oleh sebab itu dia meminta kepada seluruh SKPD agar dapat lebih fokus dalam bekerja. Karena waktu efektif hanya tinggal 5 bulan saja.
"Jangan hak saja yang mau, tapi kewajiban tidak dilaksanakan. Banyak Pejabat SKPD memakai jurus buang badan jika sudah begini," ujarnya.
Menurut orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu bahwa minimnya serapan APBD berdampak kepada menurunkan nya ekonomi masyarakat. Terutama serapan yang menyangkut infrastruktur bagi kepentingan masyarakat.
"Masyarakat terbengkalai akibat perilaku SKPD. Saya minta SKPD harus segera meningkatkan serapan APBD 2014. Sehingga nantinya membantu pertumbuhan ekonomi di tengah amsyarakat. Saat ini ekonomi masyarakat terlihat lesu akibat lambatnya serapan APBD," terangnya.
Dikatakan Irwan lagi saat pengusulan untuk APBD 2014 total usulan seluruh SKPD mencapai Rp 5 triliun. Namun karena keterbatasan anggaran kita yang hanya sebesar Rp 1,6 triliun, tidak sedikit sebut Bupati Kepala SKPD yang ribut-ribut.
"Saya minta SKPD banyak kerja, bukan banyak omong dan banyak minta. Jangan hanya pintar meminta, tapi realisasikan tidak becus. Usulan bapak-bapak yang dianggarkan saja tidak selesai, mau minta tambah pula. Kalau yang sudah berjalan anggaran SPPD, dan Pelatihan, ya tak bermutu. Bukan berjalan-jalan itu yang didahulukan, tetapi kepentingan masyarakat seperti pembangunan Infrastruktur, program kerakyatan, Bantuan masyarakat miskin dan lainnya," ingin Bupati Irwan marah.
Hadir juga dalam rapat evaluasi tersebut Pejabat Eselon II, III, dan IV dilingkungan Pemkab Meranti. Rapat tersebut bertujuan untuk mengevaluasi realisasi APBD bagi seluruh SKPD yang ada di Pemkab Meranti.
Sebelumnya Asisten II Setdakab Kepulauan Meranti, Drs Suhendri MSi melaporkan bahwa terjadi penurunan dalam realisasi APBD 2014 ini jika dibandingkan tahun lalu. Sampai dengan bulan juni realisasi keuangan baru sebesar 4, 29 persen dan realsiasi fisik sebesar 12, 08 persen.
"Realisasi fisik masih sangat rendah. Padahal kita sudah menyurati Seluruh SKPD agar menyiapkan seluruh dokumen pekerjaan untuk dilelang segera melalui Unit Layanan Pelelangan (ULP). Namun sampai dengan saat ini masih banyak dukumen lelang tidak lengkap dari SKPD," terangnya.
***