
DURI, GORIAU.COM - Meskipun berstatus tersangka oleh Polda Riau, terkait pemalsuan surat tanah di desa Harapan Baru, kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, tak menyurutkan keluarga besar Buyung Nahar membantu sesama di bulan Ramadan 1436 Hijriah. Dimana sekitar 109 warga sakai dan anak yatim mendapatkan santunan berupa sembako.
"Semua tetua suku Sakai saya kenal dengan baik, yang masih hidup maupun yang sudah meninggalkan kita," ujar Buyung Nahar kepada GoRiau.com, Senin (13/7/2015). Santunan diberikan Buyung Nahar di masjid Babbusalam proyek Sakai, kelurahan Pematang Pudu, didampingi istri Emi Maharni Buyung dan anak-anaknya.
Di depan ratusan warga suku Sakai, Buyung Nahar menceritakan biografi dirinya dan keluarga. Ia merasa warga Sakai merupakan keluarganya yang patut mendapat perhatian khusus.
"Daerah Duri atau Mandau sekarang ini adalah milik Sakai dulunya sampai sekarang. Tapi kehidupan mereka sangat jauh dari layak. Masih banyak yang hidup sudah dan tak punya pekerjaan. Saya berharap taraf kehidupan mereka ditingkatkan. Siapapun bupati Bengkalis nantinya, dia harus peduli dengan Sakai," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Sakai (FKPPS) Indra Gunawan menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Buyung Nahar yang sudah peduli terhadap warga Sakai. Bantuan sembako yang diberikan sangat bermanfaat bagi warga, disaat situasi ekonomi sulit akhir-akhir ini.
"Kami hanya bisa berdoa semoga beliau diberikan kesehatan, kemudahan rejeki dan bisa terus berbuat baik bagi masyarakat, terutama warga Sakai," tutupnya.(ric)