
PEKANBARU, GORIAU.COM - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan ekspos hasil pelaksanaan pengukuran, pelaporan dan verifikasi (MRV) pengelolaan ekohidro di Semenanjung Kampar tahun ketiga di Hotel Premiere, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Kamis (13/2/2014).
MRV merupakan program dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang harus dijalankan oleh setiap perusahaan yang berhubungan dengan lahan, terutama lahan gambut untuk bisa dimaksimalkan keberadaannya.
Dimana MRV melalui ekohidro merupakan langkah untuk memanfaatkan lahan gambut agar tidak kering saat kemarau dan tidak banjir ketika hujan. Sistem ini wajib dilakukan setiap perusahaan terkait agar lahan gambut yang ada bisa tetap berguna.
"Selama ini, program ekohidro ini tidak dilakukan. Sehingga menjadi salah satu pemicu menjadikan lahan kering yang rentan terhadap kebakaran lahan," kata akademisi Riau, Detri Karya.
Rektor Universitas Islam Riau (UIR) ini menjelaskan, sifat ekohidro yang dilekatkan pada lahan gambut menjadikan lahan tersebut terawat dan stabil dalam menghasilkan emisi karbon.
Anggota Tim MRV, Prof. Muhajirin mengatakan, masing-masing perusahaan yang menjalankan program MRV ini harus melakukan audit setiap enam bulan. "Bagaimana perkembangan lahan itu sendiri dengan frekuensi emisi karbon yang dikeluarkan," kata Muhajirin.
Sementara itu, Direktur Utama PT RAPP, Kusnan Rahmin mengaku, ekspos MRV ini sekaligus menepis isu-isu negatif yang berkembang selama ini di masyarakat. Pengelolaan lahan gambur oleh RAPP dengan ekohidro sangat mengamankan posisi dan kondisi lahan itu sendiri.
"Mulai dari emisi karbon yang ditimbulkan, subsidensi, pengelolaan lahan dan beberapa hal lainnya akan terkover dengan program MRV secara ekohidro ini," kata Kusnan.
Manfaat lainnya dimana MRV juga mewajibkan mengamankan kondisi lingkungan sekitar, dimana tidak akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Selain itu, masyarakat juga tidak akan terabaikan.
"MRV mewajibkan perlindungan tempat perkebunan. Intinya bisa memberdayakan dan menjadi masyarakat mandiri dan tidak bergantung dengan sesuatu yang merugikan mereka," sambung Kusnan.***