
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Kenaikan target pendapatan daerah pada RAPBD Indragiri Hilir (Inhil), Tahun 2015 memberikan implikasi terhadap meningkatnya kemampuan belanja daerah. Belanja daerah pada RAPBD Tahun 2015 diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 4,13 persen, jika dibandingkan dengan jumlah nominal belanja daerah pada APBD-P tahun 2014 yaitu sebesar Rp2,151 triliun menjadi sebesar Rp2,240 triliun. Peningkatakan terjadi terutama pada belanja tidak langsung.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Inhil, Fauzan Hamid menjelaskan, secara umum belanja tidak langsung terjadi kenaikan 19,37 persen, dari Rp951,033 miliar pada APBD-P 2014 menjadi Rp1,135 triliun pada RAPBD 2015.
Dikatakan Fauzan, kenaikan belanja tidak langsung seperti belanja pegawai diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 17,38 persen, dari Rp805,571 miliar pada APBD-P 2014 menjadi Rp945,561 miliar pada RAPBD 2015. Penambahan belanja pegawai ini dikatakannya digunakan untuk mengkomodasi alokasi gaji bagi sejumlah CPNS daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil serta adanya kenaikan gaji dan tunjangan.
''Penambahan belanja pegawai sebagai akibat dari penambahan jumlah PNSD dan kenaikan gaji serta tunjangan,'' sebut Fauzan.
Meskipun belanja pegawai mengalami peningkatan, namun ditambahkannya pada belanja Hibah mengalami penurunan, dari Rp29,414 miliar pada APBD-P 2014 menjadi Rp16,605 miliar. ''Bantuan sosial juga terjadi penurunan sebesar 7,13 persen, dari Rp7,510 miliar pada APBD-P 2014 menjadi Rp6,975 miliar pada RAPBD 2015,''ulasnya.
Sementara itu untuk belanja langsung, diperkirakan terjadi penurunan 7,95 pesen, dari sebesar Rp1,200 triliun pada APBD-P tahun 2014 menjadi Rp1,105 triliun pada RAPBD 2015.
Dalam RAPBD 2015 sendiri, diproyeksikan APBD Tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 2,81 persen atau sebesar Rp1,840 triliun.(ayu)