JAKARTA – Gelombang spekulasi di tengah masyarakat muncul usai sebuah video viral memperlihatkan deretan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) yang masih terbungkus plastik. Menanggapi keriuhan publik mengenai pengadaan armada untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di media sosial tersebut, pemerintah segera angkat bicara demi meluruskan simpang siur informasi.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan kepastian terkait sumber pendanaan kendaraan operasional tersebut. Ia menepis anggapan bahwa pengadaan kuda besi ramah lingkungan itu menggunakan pos pengeluaran tahun berjalan.

"Yang jelas tahun ini tidak ada, barusan saya cek lagi," ungkap Purbaya saat ditemui menjelang taklimat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh pembiayaan program pengadaan motor dinas tersebut telah dirampungkan pada periode pembukuan sebelumnya.

"Itu anggaran tahun lalu, tahun ini tidak ada," tegasnya.

Mengenai keberadaan fisik kendaraan yang terekam kamera dan kapan armada tersebut akan didistribusikan kepada para petugas gizi di lapangan, Purbaya menyarankan agar rincian teknis tersebut ditanyakan langsung kepada instansi penanggung jawab.

"Tanya ke Ketua BGN bagaimana statusnya," tambah Purbaya.

Di sisi lain, Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi terperinci Selasa (7/4/2026). Ia membenarkan peruntukan armada roda dua tersebut, namun menampik keras isu jumlah pengadaan yang dikabarkan membengkak drastis.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional kepala SPPG, tetapi motor tersebut belum dibagikan," urai Dadan.

Kendaraan-kendaraan yang telah dipesan dan mulai direalisasikan secara bertahap sejak Desember 2025 itu belum bisa diserahkan karena masih harus melewati urusan birokrasi. Seluruh armada wajib melalui proses administrasi pencatatan sebagai barang milik negara (BMN) sebelum sah digunakan untuk bertugas.

Dadan juga merespons tegas narasi hoaks yang menyebutkan jumlah armada mencapai 70 ribu unit. Ia memastikan angka sebenarnya jauh di bawah desas-desus yang beredar.

"Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan di tahun 2025," jelasnya.***