JAKARTA – Maraknya kasus korupsi yang melibatkan institusi pemerintah dan BUMN memicu kritik tajam di media sosial. Salah satu bentuk sindiran kreatif datang dari akun Instagram Benar Politik, yang menyusun "Klasemen Sementara Liga Korupsi Indonesia."

"Pekan ke-25, Pertamina naik ke posisi ke-2, anak asuhan BUMN mendominasi. Riva Siahaan pimpin Best Player sementara!" tulis akun tersebut, Sabtu (1/3/2025).

Dalam klasemen tersebut, PT Timah menduduki peringkat pertama dengan dugaan korupsi yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp300 triliun. Disusul oleh Pertamina di posisi kedua dengan kerugian Rp193 triliun.

Di posisi ketiga, kasus BLBI masih bertengger dengan kerugian negara mencapai Rp138 triliun. Sementara PT Duta Palma berada di peringkat keempat dengan nilai korupsi Rp78 triliun.

Posisi kelima ditempati oleh PT TPPI yang tercatat merugikan negara sebesar Rp37 triliun. Selanjutnya, PT ASABRI dan Jiwasraya masing-masing menghasilkan kerugian Rp22 triliun dan Rp17 triliun, setara dengan nilai korupsi yang terjadi di Kemensos.

Pada peringkat sembilan, kasus Sawit CPO mencatat kerugian negara hingga Rp12 triliun. Berikutnya, Garuda Indonesia, BTS Kominfo, dan Bank Century melengkapi daftar dengan nilai korupsi di bawah Rp10 triliun.

Kritik kreatif yang disampaikan melalui "Liga Korupsi Indonesia" ini menjadi cerminan dari kekecewaan publik terhadap maraknya korupsi di berbagai instansi dan lembaga negara. Sindiran ini pun mendapat perhatian luas di media sosial, mengingat besarnya jumlah kerugian negara akibat korupsi yang terus berulang. ***