
PEKANBARU – Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Pekanbaru Raya sebagai wujud transformasi pengelolaan limbah nasional. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru, beserta empat kabupaten penyangga yakni Pelalawan, Siak, Kampar, dan Bengkalis di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebutkan kerja sama lintas daerah ini merupakan pemenuhan syarat teknis dan administratif. Sampah dari wilayah Pekanbaru dan empat kabupaten sekitarnya akan dipasok sepenuhnya sebagai bahan baku utama penghasil energi listrik.
"Penandatanganan ini merupakan langkah awal dari implementasi nyata pembangunan pengolahan sampah menjadi energi. Para pihak harus memastikan seluruh kewajiban dalam perjanjian dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan," ujar Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Fasilitas PSEL Pekanbaru Raya dirancang memiliki kapasitas olah hingga 1.215 ton sampah per hari. Kehadiran infrastruktur canggih ini diharapkan mampu menuntaskan persoalan tumpukan limbah di ibu kota provinsi sekaligus mendongkrak capaian kebersihan daerah sekitarnya.
Target besar ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Pemerintah mematok capaian pengelolaan sampah sebesar 63,41 persen di tahun 2026 dan ditargetkan menyentuh 100 persen di tahun 2029 mendatang.
Hanif menekankan sistem penanganan sampah harus segera beralih dari sekadar membuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Pemanfaatan teknologi diklaim sebagai jalan keluar paling efektif untuk mengurangi beban lahan pembuangan.
"Pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya bertumpu pada TPA. Kita harus memastikan sampah diolah melalui teknologi ramah lingkungan sehingga yang masuk ke TPA hanya residu," terangnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, memastikan komitmen daerah untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur hijau tersebut. Kondisi penumpukan sampah yang terus meningkat di wilayah Pekanbaru Raya menuntut adanya intervensi teknologi berkapasitas raksasa agar potensi pencemaran dapat ditekan maksimal.
"Dengan adanya PSEL ini, kami berharap permasalahan sampah di wilayah kami dapat teratasi. Pemerintah Provinsi Riau siap mendukung penuh program ini," urai Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. ***