PEKANBARU – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Rayen (4), bocah yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Batang Kuantan, Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (8/4/2026), setelah proses pencarian selama enam hari.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan tim di lapangan menemukan jasad korban cukup jauh dari titik awal dilaporkan tenggelam. Petugas langsung mengevakuasi tubuh balita malang tersebut dari aliran sungai.

"Korban atas nama Rayen sudah berhasil ditemukan oleh tim gabungan dan langsung dievakuasi. Korban ditemukan dengan jarak 1,9 Km dari lokasi awal kejadian," terang Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi.

Jenazah Rayen kemudian dibawa menuju Puskesmas Cerenti untuk proses lebih lanjut. Pihak berwenang selanjutnya menyerahkan jasad korban kepada keluarga agar dapat segera dimakamkan. Penemuan ini sekaligus mengakhiri operasi kemanusiaan yang melibatkan berbagai unsur di wilayah tersebut.

"Setelah korban ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing," tambahnya.

Peristiwa nahas ini bermula ketika Rayen asyik bermain bersama teman-temannya di tepi Sungai Batang Kuantan, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat rekan sebayanya memutuskan pulang, ia memilih tetap tinggal di lokasi. Kecemasan keluarga memuncak kala hari mulai gelap namun sang anak tak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri malam itu. Kecurigaan korban terjatuh ke sungai semakin menguat karena warga hanya mendapati sandal serta mainan milik Rayen tertinggal di bibir sungai.

Merespons laporan kehilangan balita tersebut, Basarnas Pekanbaru langsung menerjunkan enam personel penyelamat. Tim bergerak cepat menyusuri rute darat sejauh 120 kilometer menuju lokasi kejadian guna melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. ***