
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru menginstruksikan seluruh pedagang yang beraktivitas di sepanjang Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan, untuk segera pindah ke dalam area Pasar Higienis. Langkah relokasi yang menyasar sekitar 450 pedagang ini diambil guna mendukung kelancaran proyek penataan dan peningkatan infrastruktur jalan serta sistem drainase di kawasan tersebut.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Desheriyanto menyampaikan bahwa jajarannya telah diturunkan untuk melakukan pengawasan ketat. Tujuannya untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas perniagaan yang memakan bahu jalan maupun menutup aliran parit.
Temuan Pedagang di Atas Drainase
Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan masih mendapati sejumlah pedagang yang nekat menggelar dagangan tepat di atas saluran drainase Jalan Teratai. Desheriyanto menilai keberadaan lapak-lapak tersebut secara langsung menghambat laju pekerjaan fisik yang saat ini sedang digesa oleh pemerintah daerah.
"Informasinya pedagang yang masih berjualan di atas parit, mereka itu sudah menyewa tempat ke pemilik ruko," terang Desheriyanto, Jumat (28/8/2026).
Menyikapi temuan tersebut, ia memastikan jajarannya tidak akan tinggal diam. Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala, dan penertiban terhadap pedagang yang masih membandel akan dieksekusi agar alat berat serta pekerja proyek dapat beroperasi tanpa hambatan.
Kedepankan Pendekatan Humanis
Meski berwenang melakukan penertiban, Desheriyanto menekankan bahwa instansinya tetap memprioritaskan cara-cara yang humanis dan persuasif. Apalagi, sebelumnya telah dilakukan mediasi dan pertemuan langsung antara perwakilan Pemkot Pekanbaru dengan koordinator pedagang setempat untuk menyosialisasikan rencana pemindahan ini.
"Tapi kalau memang tim membutuhkan tindakan yang lebih tegas tentu kita siap saja. Misalnya harus dikosongkan, ya harus dikosongkan. Kita sesuai kebutuhan," tegasnya.
Saat ini, Satpol PP Pekanbaru terus melakukan patroli secara berpindah-pindah (mobile) di sekitar kawasan proyek. Namun, jika situasi menuntut pengamanan yang lebih intensif, pihaknya telah menyiagakan personel untuk berjaga secara menetap di lokasi rawan pelanggaran.
"Kalau tidak ada kerja sama pedagang untuk pembangunan ini, kalau tim bilang penutupan atau tindakan lebih tegas tentu kita siap saja," pungkasnya. ***