PEKANBARU, GORIAU.COM - Promo harga yang dilakukan dua perusahaan Retail, Hypermart dan Giant mengundang protes sejumlah konsumen. Kedua perusahaan tersebut diduga sengaja melakukan penipuan harga pada sejumlah produk yang mereka jual dengan modus harga promo.

Dari hasil penulusuran GoRiau.com, di Giant Jalan Nangka Pekanbaru, Provinsi Riau, promo harga terpampang jelas dengan spanduk dan poster-poster di depan gedung Giant, bahkan di rak-rak penjualan juga tertera promo yang tertulis dengan angka ganjil pada penulisan rupiah.

Seperti bunyi tulisan "hemat 500 promosi Apel fuji blash Rp 5999/100 Gr". Burhan, salah satu pengunjung yang membeli produk tersebut, mengaku kecewa dan menunjukkan struk belanja kepada GoRiau.com, Rabu (21/10/2015) sekitar pukul 14.30 Wib.

"Ini buktinya mas, saya belanja totalnya Rp49.560, saya kasih uang Rp100 ribu, seharusnya saya dapat pengembalian Rp50.440, tapi yang saya terima hanya Rp50.300, berarti kurang sekitar Rp110 mas, bukan masalah nilainya, tapi kalau dibiarkan terus menerus berapa ratus juta Giant meraup untung dengan cara menipu seperti ini, kalikan saja berapa pengunjung yang belanja perharinya," ungkapnya dengan nada kesal.

Hal serupa juga terjadi di Hypermart Mall Ska Pekanbaru, harga promosi pada merek minyak dan racun anti nyamuk. Mereka (Hypermart- red) menulis harga pada minyak kemasan sebesar Rp27.427, begitu juga dengan salah satu merek racun anti nyamuk lainya tertulis Rp19.890.

Mirisnya ketika sampai dikasir konsumen harus membayar minyak kemasan dengan harga Rp27.500 dengan selisih harga pada label sekitar Rp47, demikian juga dengan racun nyamuk harga yang dibayar dikasir ternyata Rp19.900 atau selisih Rp10.

Selisih harga tersebut memang tidak banyak, bahkan bagi orang yang berduit sudah barang tentu akan meng ikhlaskan saja.

Namun saat ekonomi sedang krisis seperti ini, kedua perusahaan tanpa disadari oleh konsumen, telah meraup keuntungan yang luar biasa besar dari promo tersebut.

Jika selisih rata-rata Rp10 dikalikan jumlah konsumen yang datang berbelanja perhari dan dikalikan perbulan tentu angka tersebut akan berubah bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta.

Sebut saja Hartati, ibu rumah tangga yang selalu berbelanja setiap seminggu sekali, merasa dirugikan dengan cara yang dilakukan pihak manajemen Hypermat.

"Iya seharusnya mereka, memberi harga yang wajar saja, harga disesuaiakan dengan jumlah pecahan uang kita, misalnya Rp15.600, kan uang pecahan Rp100 masih ada jangan sampai mereka tidak punya kembalian, dan akhirnya mereka membulatkan harga keatas bukan kebawah, jadi kita sebagai konsumen dirugikan," ungkapnya

Hal serupa juga diungkapkan Suharyadi warga siak yang kebetulan sedang berlibur di Pekanbaru, dirinya mengaku protes dengan petugas kasir, namun jawaban kasir malah tidak memuaskan.

"Iya mas tadi saya mau dikasih kembalian permen, bahkan ditawarkan supaya menyumbangkan uang kembalian, saya mau belanja bukan mau nyumbang, kalau nyumbang saya bisa ke Masjid atau anak yatim, ini sudah tidak masuk akal," ceritanya kesal.(dnl)