TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Kabut asap kian pekat menyelimuti Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau pada Rabu (21/10/2015) sore. Saking pekatnya, jarak pandang tidak lebih dari 50 meter.

Akibat dari semakin pekatnya kabut asap ini, masyarakat Kuansing mengeluhkan berbagai macam penyakit. Tidak sedikit, jeritan pilu dan sumpah serapah untuk para pembakar lahan dilontarkan oleh masyarakat lewat media sosial.

"Ya Allah! dada kami sesak, mata kami perih," ujar Witry salah seorang warga Kuansing dengan nada lirih.

Ia mengaku kesulitan bernapas dan sulit untuk melihat. Selain itu, ia bersama warga lainnya tidak memiliki tempat berlindung dari serangan asap.

"Mau bersembunyi dimana, bahkan rumah yang seharusnya menjadi tempat paling nyaman kini disesaki kabut asap," ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Putra, seorang bocah yang mulai terasa pusing.

"Dari tadi kepala terasa pusing, bang. Saya sudah minum air putih, seperti yang dianjurkan ibu. Tapi, masih saja belum hilang," ujarnya.

Lain dengan Witry dan Putra, Yani seorang ibu rumah tangga malah menyumpah para pembakar lahan dan hutan sembari mendoakan agar pelaku mendapat azab dari Tuhan.

"Kalau bisa yang mampus itu para pembakar lahan dan masuk neraka sekalian," ujarnya.

Dari pantauan GoRiau.com, secara kasat mata kabut asap terlihat kekuning-kuningan dan partikelnya terasa kasar. Tidak hanya itu, kabut asap juga berbau lain, tidak seperti hari biasanya.***