PEKANBARU, GORIAU.COM - Terkait promosi harga yang dilakukan dua perusahaan retail, Hypermart dan Giant di Pekanbaru, yang dianggap telah merugikan konsumen, pihak manajemen perusahaan menjelaskan bahwa promo tersebut merupakan strategi penjualan.

Bagi warga selaku konsumen, tetap merasa dirugikan dengan strategi penjualan yang dianggap penipuan dan meraup keuntungan di luar harga.

Menjawab keluhan sebagian warga tersebut, Joni salah satu Marketing Visual Giant Jalan Nangka kepada GoRiau.com mengatakan, bahwa promo harga tersebut merupkan kebijakan dari manajemen yang dianggap sebagai strategi untuk menaikkan omset penjualan.

"Pembeli atau konsumen kan tidak hanya membeli satu produk mas, jadi ketika melakukan pembayaran dikasir dan ada selisih harga yang tidak ada uang pecahan kembalian seperti Rp10, kasir akan menawarkan kepada konsumen untuk di donasikan ke pihak terkait yang membutuhkan. Seperti anak yatim, panti asuhan dan lainya, jadi tidak ada niat menipu," ungkap Joni kepada GoRiau.com, Rabu (21/10/2015).

Ketika ditanya bagaimana jika konsumen menolak untuk menyumbangkan uang kembalianya, Joni dengan sedikit kebingungan, mengarahkan agar menjumpai langsung pihak HRD, yang berada dibelakang gedung Giant.

"Em..Untuk lebih jelasnya mas jumpai HRD saja, jumpai namanya pak budi," tuturnya.

Namun sayang ketika di dalam ruangan, pihak HRD yang bernama Budi tidak kunjung datang.

"Maaf mas pak budinya lagi sibuk, mohon ditunggu ya," ucap security perempuan yang bertugas di depan pintu kantor HRD Giant.

Setelah menunggu hampir satu jam, pria yang disebut-sebut bernama Budi tak kunjung datang. Security yang berjaga menyarankan untuk kembali keesokan harinya.

"Maaf mas beliau tak bisa dihubungi, atau mas besok saja balik kesini, tinggalkan saja kartu namanya mas," pungkasnya.

Hal serupa juga terjadi di kantor Hypermart Mall Ska Pekanbaru, dengan alasan manajemen masih sibuk, security menyarankan untuk datang besok pagi.(dnl)